Welcome Resesi, SMI Ramal Ekonomi Minus 2,9 Persen

IN
Oleh inilahcom
Selasa 27 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tak sedang beranda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) menyebut, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 bakal negatif. Tepatnya minus 2,9%. Artinya sudah resesi ekonomi.

Dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (27/10/2020), Sri Mulyani menyiarkan kabar buruk. Diproyeksikan, ekonomi kuartal III 2020 terkontraksi di level minus 1% hingga minus 2,9%. Kalau benar maka Indonesia sudah dua kuartal berturut-turut negatif, artinya saat ini sudah resesi ekonomi.

Namun demikian, kata Sri Mulyani, pemerintah masih optimis bahwa kontraksi ini, lebih rendah dari kuartal II-2020 yang berada di level minus 5,32%. Artinya, kuartal II dan III-2020, perekonomian Indonesia nilainya minus yang identik dengan resesi ekonomi.

Sri Mulyani menjelaskan, kontribusi total belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 18 persen. Menurutnya, realisasi belanja hingga akhir September meningkat pesat dibandingkan kuartal II-2020. "Angka belanja pemerintah naik tajam dari kuartal II 2020, yang waktu itu kontraksi karena ada perubahan yang tiba-tiba work from home (WFH)," ungkap Sri Mulyani.

Sementara, konsumsi rumah tangga diperkirakan membaik pada kuartal III 2020. Sebelumnya, tingkat konsumsi anjlok hingga minus 5,5% pada kuartal II-2020. "Sejalan dengan perbaikan di otomotif makanan dan minuman dan relaksasi PSBB, kami lihat konsumsi diharapkan bisa meningkat, sehingga bisa dekati nol persen pada kuartal IV 2020, masih minus pada kuartal III 2020 tapi lebih baik dari kuartal II 2020," jelas Sri Mulyani.

Secara keseluruhan, Sri Mulyani memprediksi ekonomi Indonesia minus hingga akhir tahun. Tepatnya, ekonomi domestik akan minus di kisaran 0,6% sampai 1,72%.

Mengingatkan saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi kuartal II-2020 menclok di angka minus 5,32%. Seratus delapan puluh derajat dengan kuartal II-2019 yang mencapai 5,05%. Juga sangat jauh dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang masih berada di jalur positif yakni 2,97%. Sementara, pertumbuhan ekonomi semester I-2020 dibanding semester I-2019, terkontraksi 1,26%.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA