Industri Keuangan Syariah

Jokowi : Pemerintah Concern Bangkitkan Raksasa ini

IN
Oleh inilahcom
Rabu 28 Oktober 2020
share
Presiden Joko Widodo

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengatakan pemerintah sedang bekerja keras untuk membangkitkan industri keuangan syariah domestik.

"Industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang tidur, saat ini pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini," kata Presiden Jokowi, dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu (26/10/2020).

Jokowi berujar, salah satu upaya membangunkan raksasa yang sedang tertidur itu, dengan menciptakan satu entitas yang akan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.

Dia merujuk pada aksi korporasi penggabungan (merger) antara tiga bank syariah milik BUMN yakni PT BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah. Total aset tiga entitas bank syariah itu hingga semester I 2020 adalah Rp214 triliun.

"Sederhananya, semua aset bank syariah milik negara akan dilebur jadi satu untuk melahirkan bank syariah raksasa," ujarnya.

Kemudian, lanjut Jokowi, pemerintah pun terus mengembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat, serta bekerja sama dengan pondok pesantren dan organisasi keagamaan guna memajukan industri keuangan syariah.

"Kita berharap industri keuangan syariah dapat menjadi industri keuangan alternatif untuk memajukan ekonomi rakyat," ujarnya.

Pengembangan ekonomi syariah yang berbasis sektor riil, padat karya, dan industri halal sangat potensial untuk memperluas penyerapan lapangan kerja dan menciptakan usaha baru.

Untuk industri halal, Indonesia memiliki banyak produk halal unggulan seperti makanan, kosmetik, dan fesyen. Bahkan untuk produk fesyen Indonesia memiliki cita-cita untuk jadi pusat fesyen muslim terbesar di dunia.

"Sayangnya potensi yang besar dalam industri halal juga belum dimanfaatkan dengan baik, karena itu upaya pengembangan yag integratif dan komprehensif perlu kita terus lakukan," tutup Jokowi.[tar]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA