Pandemi COVID19, Iconomics: Kinerja Bank Masih Oke

IN
Oleh inilahcom
Rabu 28 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang berdampak kepada perlambatan aktivitas perekonomian global dan nasional, turut dirasakan industri perbankan. Namun, sejauh ini, perbankan masih solid dan oke.

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat menantang. Daya tahan perbankan nasional akan sangat diuji. Pemerintah menyebutkan rasio permodalan bank atau Capital Adequacy Ratio (CAR) masih terjaga di level yang cukup tinggi pada Agustus 2020, yaitu 23,39% dibandingkan triwulan II 2020 yang berada di level 22,50%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2020. tumbuh 11,64% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada akhir triwulan II 2020 yang sebesar 7,95%. Pertumbuhan tersebut didominasi pertumbuhan DPK BUKU 4 yang mencapai 15,26% (yoy). Adapun kredit perbankan tumbuh sebesar 1,04% (yoy) pada Agustus 2020 setelah mengalami kontraksi yang cukup dalam pada bulan April hingga Juni 2020.

Profil risiko lembaga jasa keuangan sedikit mengalami peningkatan pada Agustus 2020 tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 3,22% sementara pada triwulan II 2020 sebesar 3,11%.

Di tengah tekanan pandemi ini, program restrukturisasi kredit yang dilakukan perbankan masih berjalan. Per 28 September 2020, restrukturisasi mencapai Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur.

Dalam kondisi perbankan yang sedang menghadapi tantangan yang besar ini, ICONOMICS berupaya untuk mengapresiasi melalui Iconomics Top Bank Award 2020. Apresiasi ini merupakan upaya ICONOMICS sebagai bentuk apresiasi kepada bank-bank terbaik di Indonesia yang mampu menunjukkan ketahanan fundamentalnya dalam menghadapi tantangan di era pandemi yang terjadi saat ini.

Penghargaan ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada pelaku perbankan di Indonesia yang nantinya menjadi agen utama percepatan pembangunan ekonomi Indonesia selama dan paska pandemi Covid- 19.

"Dalam proses pemilihan Iconomics Top Bank Awards 2020, tim ICONOMICS melakukan penilaian dengan mengadopsi penilaian bank sesuai Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TKB) adalah hasil penilaian kondisi bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja bank," kata Founder & CEO Iconomics, Bram S Putro, Rabu (28/10/2020).

Pada tahap pertama, tim ICONOMICS melakukan pendataan terhadap 110 bank yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penilaian dilakukan berdasarkan data kinerja keuangan perbankan terpublikasi baik yang tersedia di situs OJK, situs masing-masing bank serta sumber lain yang dapat dipercaya.

Selanjutnya dilakukan seleksi awal dari capaian dan analisa kinerja keuangan bank berdasarkan indikator profitabilitas, kualitas aset, likuiditas, efisiensi dan permodalan selama 5 tahun terakhir.

"Pada tahap kedua kami melakukan analisa lanjutan untuk mendapatkan peringkat bank terbaik dengan melakukan penilaian dan pembobotan berdasarkan kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU)," lanjut Bram.

Pada tahap ketiga, lanjutnya, hasil penilaian bank dibahas oleh tim Redaksi ICONOMICS untuk ditetapkan sebagai Top 50 Bank 2020. Bank terbaik dikelompokkan berdasarkan nilai akhir yang dikelompokkan dalam kategori Platinum (nilai 75-100), Gold (nilai 50-74), Silver (nilai 25-49) dan Bronze (nilai <25).

Berikut beberapa bank yang masuk Top 50 Bank 2020 versi Iconomics. Yang tidak dituliskan nilai akhirnya dianggap platinum. Untuk kategori BUKU IV, Bank Mandiri; BNI; BRI; BCA; Danamon. Untuk BUKU III, BPD Jawa Timur; BTN; BNI Syariah; Bank DBS Indonesia; Bank Mega; BPD Jawa Barat dan Banten; BPD Jawa Tengah (Gold); BTPN Syariah; BTPN; Bank DKI (Gold); Maybank (Gold); Bank Permata (Gold); OCBC NISP; HSBC Indonesia; UOB Indonesia (Gold); Bank Mizuho Indonesia (Gold); ANZ Indonesia (Gold); Bank Mayapada Internasional (Silver); Bank Syariah Mandiri; Bank KEB Hana Indonesia (Platinum); Bank ICBC Indonesia (Gold); Bank Bukopin (Gold).

Kategori kategori BUKU II, BCA Syariah (Gold); BRI Syariah; Bank Mega Syariah; BPD Bali; BPD Kalimantan Barat (Gold); BPD Jambi; Bank Panin Dubai Syariah; Bank Amar Indonesia; Mandiri Taspen; BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung; BPD Sulawesi Utara Gorontalo; BPD Sumatera Utara; Bank Capital Indonesia (Gold); BPD Daerah Istimewa Yogyakarta; Bank CTBC Indonesia (Gold); BPD Papua; Bank Mestika Dharma; Bank INA Perdana; Bank OKE Indonesia (Gold); Bank Multiarta Sentosa (Gold); Bank MNC Internasional (Gold). Sedangkan kategori BUKU I, BPD Bengkulu; BPD Lampung. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA