Luncurkan Program SMILE

3 Industri Ingin Petani Sawit Makmur Berkelanjutan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 29 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Peran swasta dalam mendorong petani swadaya lebih sejahtera dan berkelanjutan, bukan cerita karangan. Kini sudah mulai terwujud.

Adalah tiga industri kelapa sawit yakni KAO Corporation, Apical Group, dan Asian Agri membuktikan tekad itu. Ketiganya meluncurkan inisiatif berkelanjutan guna membantu petani sawit swadaya di Indonesia.

Inisiatif programnya bernama SMILE, kependekan dari Smallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, memperoleh sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

President of Apical Group Dato Yeo How mengatakan lewat inisiatif ini pihaknya ingin mendorong kesejahteraan petani swadaya kelapa sawit. "Kami ingin meningkatkan pendapatan mereka sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan," ujar Dato Yeo How

Pandangan senada disampaikan Managing Director of Asian Agri, Kelvin Tio mengatakan, minyak sawit banyak digunakan sebagai bahan baku produk sehari-hari, termasuk produk KAO. Bahkan setiap tahunnya minyak sawit terus mengalami peningkatan permintaan secara global (high global demand).

Untuk itu, kolaborasi ini menjembatani dan menjadi solusi untuk meningkatkan volume produksi tanpa merusak lingkungan dan berkelanjutan. "Jalinan kemitraan dengan smallholder atau petani swadaya ini tak cuma untuk keberlanjutan bisnis dan menjembatani kebutuhan minyak sawit yang semakin meningkat. Namun juga mengoptimalisasi hasil panen dan produksi tanpa membuka lahan dan budidaya baru," papar Kelvin dalam webinar 'SMILE to Empower Smallholder, Smallholder Inclusion for better Livelihood & Empowerment' yang ditayangkan CNN TV, Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Merujuk data, lanjut Kelvin, sebanyak 40% total produksi minyak sawit, berasal dari petani kecil. Sehingga, SMILE hadir untuk memfasilitasi dan membuka akses petani kecil ke pada pasar yang lebih luas. "Mereka [petani swadaya] mayoritas kurang pengetahuan dalam hal praktik manajemen dibanding petani plasma. Kemudian mereka juga terbatas akses ke finansial dan bahan tanam yang berkualitas. Untuk itu, kami mencoba merangkul dengan meningkatkan pengetahuan dan skill mereka agar bisa menghasilkan produksi lebih baik dan menyejahterakannya," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, SMILE mengedukasi petani swadaya dan memberikan sertifikasi RSPO pada mereka. Dari sertifikasi tersebut, petani berhak menerima premi minyak sawit rata-rata 5 persen lebih tinggi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat.

Chief Operating Officer (COO) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Bakhtiar Talhah mengatakan petani swadaya yang bersertifikat bisa mendapat manfaat dan hal konkret untuk memperbaiki kebunnya sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Bertambahnya pemasukan bagi petani swadaya memang penting untuk jaminan kelayakan hidup mereka, tapi di samping itu RSPO juga memastikan mereka juga mendapat manfaat lain, yakni mendapat akses ke makanan segar, bisa berpartisipasi dalam organisasi petani sehingga mereka bisa dapat pelatihan, serta jaminan kesehatan dan keamanan," ujarnya.

Program SMILE menawarkan kesempatan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dengan mengaplikasikan praktik budidaya pertanian yang baik dan berkelanjutan. Sehingga dapat meningkatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan perlindungan sosial serta lingkungan yang lebih baik.

Serta, mengurangi penggunaan herbisida dengan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan yang melalui proses uji coba berdasarkan pada rekam jejak dan kematangan tanaman. Selain itu, meningkatkan pendapatan dari perolehan harga premium TBS yang bersertifikat, peningkatan produktivitas dan penghematan biaya dari pengurangan penggunaan bahan kimia. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA