Inilah Provinsi Penganut Upah Buruh Mahal & Murah

IN
Oleh inilahcom
Jumat 30 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menetapkan, upah minimum provinsi (UMP) 2021 tak naik dari tahun ini.

Ida Fauziyah mengatakan, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan tekanan perekonomian Indonesia akibat covid-19.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
"Mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia pada masa pandemi covid-19 dan perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020," kata Ida dalam SE tersebut dikutip, Kamis (29/10/2020).

Namun, keputusan itu menuai penolakan dari kaum buruh dan pekerja. Di sisi lain, Ida mengklaim terdapat 18 provinsi yang sepakat akan mengikuti ketentuan pemerintah pusat, yakni tidak menaikkan upah minimum. "Berdasarkan pemantauan pada hari Selasa, 27 Oktober 2020, Pukul 16.35 WIB, beberapa daerah telah melaksanakan sidang dewan pengupahan provinsi dalam rangka persiapan penetapan UM tahun 2021," kata Ida

Tahun ini, upah minimum ditetapkan naik 8,51 persen mengacu pada perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Beleid itu mengatur besaran kenaikan upah minimum setiap tahun berdasarkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya.

Rinciannya, inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12%. Perhitungan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh gubernur dari 34 provinsi di Indonesia. Selanjutnya, rentang kenaikan upah minimum di kisaran 6,8% hingga 16,98% berbeda-beda setiap wilayah.

Berikut adalah 5 provinsi yang memiliki upah minimum terbesar dan terendah pada 2020 yang menjadi acuan 2021 mendatang:
Upah minimum tertinggi:
1. DKI Jakarta naik 8,28% dari Rp3.940.973 menjadi Rp4.267.349
2. Papua naik 8,54% dari Rp3.240.900 menjadi Rp3.516.700
3. Sulawesi Utara naik 8,51% dari Rp3.051.076 menjadi Rp3.310.723
4. Bangka Belitung naik 8,51% dari Rp2.976.705 menjadi Rp3.230.022
5. Papua Barat naik 6,8% dari Rp2.934.500 menjadi Rp3.134.600

Upah Minimum Terendah:
1. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) naik 8,51% dari Rp1.570.922 menjadi Rp1.704.608
2. Jawa Tengah naik 8,51% dari Rp1.605.396 menjadi Rp1.742.015
3. Jawa Timur naik 8,51% dari dari Rp1.630.059 menjadi Rp1.768.777
4. Jawa Barat naik 8,51% dari Rp1.668.372 menjadi Rp1.810.350
5. Nusa Tenggara Timur (NTT) naik 8,51% dari Rp1.793.293 menjadi Rp1.945.902 [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA