PA 212 Nilai Pemerintah Tak Tegas, Soal ini

IN
Oleh inilahcom
Jumat 30 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menunggu sikap tegas pemerintah terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang sudah menghina umat Islam, dengan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW.

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan, kecaman dan pemanggilan Dubes Prancis oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), bukanlah sebuah sikap yang tegas.

"Kita masih menunggu sikap tegas pemerintah. Karena umat Islam di Indonesia adalah mayoritas Islam terbesar di dunia sehingga Prancis bisa memperhitungkan Indonesia dikancah internasional," kata Novel, Kamis (29/10/2020).

Seharusnya, lanjut Novel, ketegasan itu ditunjukkan pemerintah lewat pemutusan hubungan diplomatik dengan Prancis.

"Sikap pemerintah Indonesia putuskan hubungan diplomatik terhadap Prancis," tegasnya.

Diketahui, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Pemerintah Indonesia juga sudah bersurat dan memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia untuk menyampaikan kecaman itu.

"Ada dua posisi RI, pertama memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta hari ini. Kedua, dalam pertemuan itu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman terhadap pernyataan yang disampaikan Presiden Prancis," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, Selasa (27/10/2020).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA