Meski Corona, Kinerja 35 Multifinance Tetap Moncer

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 31 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri multifinance tetap oke. Pertumbuhannya 3% setara Rp518 triliun.

Kondisi ini membuktikan bahwa pelaku bisnis multifinance di tanah air, punya data tahan tinggi. "Ini jelas prestasi yang patut diapresiasi, meski juga kita tahu tantangan ke depan masih demikian berat. Kita berharap pada triwulan kedua tahun depan perekonomian sudah bisa tumbuh kembali sekitar 4,5 persen. Dari sini, kita semua juga butuh dukungan dari berbagai sektor industri, termasuk dari industri multifinance sebagai bounceback agar perekonomian bisa membaik kembali," ujar Komisaris Utama sekaligus founder Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, dalam sambutannya saat membuka Indonesia Best Multifinance Award 2020, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno mengaku optimisme terhadap potensi dan kemampuan industri multifinance bertahan menghadapi tekanan pandemi ini.

Suwandi menyatakan, berdasarkan catatan asosiasi per Agustus 2020, nilai piutang pembiayaan nasional minus 12,86%. Lalu, pembiayaan investasi yang juga berkontribusi cukup besar terhadap kinerja industri juga masih minus 12,24%. Sedangkan, pembiayaan multiguna justru sedikit lebih besar penurunannya, yaitu tercatat mencapai 13,4%.

"Di lain pihak kita bisa melihat penjualan mobil dan motor secara nasional juga turun drastic, bahkan sempat menyentuh angka 10 persen dibanding nilai rata-rata normal sebelum pandemi. Sedangkan kita tahu, mau tidak mau, faktanya industri pembiayaan kita sebesar 65 persen masih bergantung pada penjualan kendaraan bermotor," ujar Suwandi.

Namun demikian, Suwandi menegaskan, para pelaku industri multifinance nasional masih tetap optimistis dalam melihat peluang perbaikan pada 2021. Sebagaimana disampaikan kalangan ekonom, diperkirakan bahwa pada tahun depan perekonomian nasional sudah akan mampu tumbuh sekitar 4,5% hingga 5%.

Dari asumsi tersebut, kinerja industri multifinance disebut Suwandi masih bisa diharapkan untuk juga tumbuh sekitar enam hingga tujuh persen di sepanjang tahun 2021. "Kami sepenuhnya yakin bahwa bagaimana pun juga kondisi ini harus kita lalui dan hadapi bersama. Kami dari asosiasi juga yakin bahwa perusahaan-perusahaan pembiayaan dengan pertumbuhan kinerja yang sehat akan terus hadir di masyarakat dan turut mengambil peran agar perekonomian nasional dapat terus berjalan semakin baik," tutur Suwandi.

Tak lupa, Suwandi juga mengucapkan selamat kepada para pemenang Best Multifinance Award 2020. Suwandi juga menyampaikan apresiasinya kepada Warta Ekonomi yang secara konsisten terus mendukung kinerja dan geliat bisnis sektor industri, tak terkecuali industri multifinance. "Semoga dengan dukungan dari seluruh pihak seperti ini, industry multifinance dan juga perekonomian nasional dapat segera membaik, pulih, dan kembali tumbuh maksimal seperti sedia kala sebagaimana sebelum adanya pandemi," ungkapnya.

Beberapa multifinance yang masuk jajaran Indonesia Best Multifinance Award 2020 versi Warta Ekonomi, adalah PT Astra Sedaya; PT Federal International Finance; PT BFI Finance Indonesia Tbk; PT Oto Multi Artha; PT Toyota Astra Financial Services; PT Indomobil Finance Indonesia; PT Clipan Finance Indonesia Tbk; PT Bussan Auto Finance; PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance; PT BCA Finance. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA