Angkasa Pura I Pelopori Holding BUMN Pariwisata

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 31 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung dan siap bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, yang penerbitan landasan hukumnya ditargetkan rampung awal 2021.

"Perseroan turut mendukung pembentukan Holding Pariwisata dan Pendukung ini dengan berperan aktif pada setiap proses perencanaan pembentukan holding hingga ke proses pembuatan strategi pengembangan bisnis holding seperti perencanaan sinergi rute bersama antara maskapai dengan operator bandara dan penciptaan permintaan pasar pariwisata," kata Direktur Utama AP I, Faik Fahmi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir tentang pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung melalui Surat Menteri BUMN Nomor S-761/MBU/09/2020 pada 23 September 2020. Di mana, pembentukan holding ini merupakan salah satu program yang termasuk dalam lima prioritas Kementerian BUMN era kepemimpinan Erick Thohir.

Kelima prioritas itu yaitu nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Pada surat tersebut dinyatakan bahwa untuk meningkatkan sinergi BUMN-BUMN pada sektor pariwisata dan pendukung serta mengoptimalkan potensi dan peran BUMN, Kementerian BUMN akan melakukan pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang bertujuan untuk mendorong pelaksanaan berbagai inisiatif lintas sektor yang terintegrasi.

Pengembangan infrastruktur pariwisata dan pendukung, peningkatan daya saing, dan penguatan kemampuan pendanaan di masa depan. Adapun BUMN yang akan tergabung pada holding ini yaitu Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Garuda Indonesia, Indonesia Tourism Development Corporation, TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Inna Hotels & resorts, dan Sarinah.

Saat ini, masing-masing pihak membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur, hingga perencanaan sinergi rute bersama dengan maskapai dan operator bandara. Selain itu juga ada gugus tugas untuk menciptakan tingkat permintaan.

Tugasnya melakukan inisiatif yang dapat dilakukan holding bersinergi dengan lembaga pemerintah untuk pemulihan jangka pendek, menengah, hingga panjang sehingga hasilnya diharapkan dapat memperbaiki kinerja ritel, bandara dan pariwisata. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA