Balita Terseret Air di Selokan

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 31 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Tuban - Sejumlah warga Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban digegerkan dengan adanya Balita berusia 4 tahun terseret arus deras selokan hingga ratusan meter, Sabtu (31/10/2020).

Korban adalah Farhan Atallah Ramadhan (4) yang terseret derasnya air dari selokan lantaran terpleset saat bermain hujan-hujanan di sekitar rumah korban kakeknya yang tak jauh dari saluran air atau sungai kecil itu.

"Setelah main hujan-hujanan di halaman rumah kakeknya, korban kemudian pergi ke jembatan sungai kecil (saluran air) yang tidak terlalu jauh dari rumah kakeknya. Pada saat itu hujan lebat masih mengguyur wilayah Desa Compreng dan sekitarnya," terang AKP Totok Wijanarko, Kapolsek Widang, Polres Tuban.

Saat bermain di pinggiran jembatan saluran air di desa tersebut tiba-tiba korban menghilang dari atas jembatan kecil di jalan desa itu. Diduga korban terpeleset dan kemudian langsung terjatuh ke dalam sungai kecil yang debit airnya terbilang deras lantaran sedang terjadi hujan deras.

"Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai itu saat sedang bermain hujan-hujanan di atas jembatan itu. Karena melihat keponakannya tidak ada di sekitar rumah itu, saksi Budi Utomo langsung melakukan pencarian di sekitar sungai itu," tambahnya.

Setelah dilakukan pencarian di sekitar sungai tersebut, ternyata korban Balita yang 4 tahun itu akhirnya berhasil ditemukan sudah berada di dalam saluran air yang arusnya sangat deras itu. Mengetahui bocah tersebut tenggelam terseret arus air paman korban langsung memberikan pertolong dan kemudian sempat di bawa ke Puskesmas Plumpang, Tuban.

"Setelah diketahui berada di sungai itu paman korban langsung bergegas membawa korban ke Puskesmas Desa Plumpang, namun saat itu korban ternyata sudah meninggal dunia. Kita telah melakukan olah TKP dan melakukan identifikasi terhadap jenazah korban," pungkasnya.

Sementara itu, selain melakukan olah TKP petugas kepolisian juga mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa yang membuat korban tenggelam terbawa derasnya saluran air itu. Selanjutnya jenazah balita 4 tahun itu disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan sambil menunggu kedatangan ayahnya yang masih di luar kota. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA