Sumsel Buka Rekrutmen Penyuluh Pendamping Petani

IN
Oleh inilahcom
Minggu 01 November 2020
share
(Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Palembang - Mulai awal November, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan membuka rekrutmen bagi 1.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sarjana pertanian menjadi petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk mendukung pembangunan pertanian di seluruh pelosok Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui pentingnya tenaga penyuluh untuk mendampingi dan mengawal petani bagi kemajuan sektor pertanian Sumsel.

"Mereka yang terpilih akan ditugaskan ke sejumlah sentra pertanian Sumsel," kata Gubernur Herman Deru, belum lama ini.

Menurutnya, setelah diterima maka PPL akan ditempatkan di sejumlah kabupaten yang merupakan sentra produksi pertanian Sumsel seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI) dan OKU Timur.

"Tujuannya, untuk memberikan edukasi bagi petani, utamanya terkait cara bercocok tanam. Mulai pemilihan benih, pemupukan, pemeliharaan tanaman dan pasca panen," kata Herman Deru.

Langkah Pemprov Sumsel sejalan dengan instruksi dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan pusat meningkatkan produksi pertanian di seluruh Indonesia, didukung penyuluh pertanian.

"Penyuluh adalah garda terdepan mengawal program utama dan mendampingi petani mencapai target produksi pertanian nasional," kata Mentan Syahrul seperti dilansir Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menyatakan, kesiapannya mendukung pengembangan SDM pertanian, khususnya peran penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani).

Berdasarkan lampiraan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) dari Pemprov Sumsel menyebut lowongan dibuka untuk tenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Petani (PPEP) sebutan lain untuk PPL di Sumsel. Posisi yang dibutuhkan antara lain Pendamping Penyuluh, Pendamping Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pendamping Pengawas Benih Tanaman (PBT).

Persyaratan utama adalah warga negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, usia maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran, tidak terikat kontrak kerja dengan instansi dan lembaga lain, domisili di kecamatan Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Pelamar juga harus melampirkan surat keterangan sehat dan bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan berkelakuan baik dari Polri, mampu mengoperasikan komputer, memiliki dan mampu mengoperasikan smartphone dan memiliki SIM C.

"Kualifikasi pendidikan harus lulusan sekolah menengah kejuruan atau SMK pertanian untuk pendamping penyuluh, POPT dan PBT. Sementara untuk sarjana pertanian yang dibutuhkan dari program studi agronomi, agroteknologi, agribisnis dan peternakan. Setelah pelamar diterima akan ditempatkan sebagai pendamping penyuluh, POPT dan PBT.

Pendaftaran dibuka pada minggu pertama November 2020 melalui website Universitas Sriwijaya (Unsri) kemudian pengumuman resmi akan disampaikan melalui media massa pada 2 - 4 November 2020. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA