Sembilan Bulan 2020,Pendapatan LPKR Tembus Rp8,58T

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Meski situasi ekonomi penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tetap mengilap.

Di mana, LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp8,58 triliun, lebih stabil jika dibandingkan dengan tahun lalu, meski dari sisi EBITDA naik sebanyak 40,4%.

CEO LPKR, John Riady menyampaikan, pandemi hanya turut berpengaruh terhadap bisnis inti LPKR yakni rumah sakit, mal dan hotel. Meski begitu, lini bisnis real estate development mencatatkan pertumbuhan pendapatan 38,7% (year on year/yoy) dalam sembilan bulan di 2020. Seiring dengan pertumbuhan pada marketing sales dan penyelesaian proyek. Pendapatan pada sembilan bulan 2020 ini, menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun pada sembilan bulan di 2019.

Selain itu, marketing sales naik 100% (yoy) menjadi Rp2,28 triliun ketimbang sembilan bulan 2019 sebesar Rp1,14 triliun. Pertumbuhan ini didorong peluncuran perumahan terjangkau di level Holdco.

Namun demikian, pendapatan sektor real estate management & services turun tipis 9,1% menuju angka Rp6,15 triliun (yoy) dibanding Rp6,76 triliun di sembilan bulan di 2019. Lantaran, bisnis rumah sakit, mal dan hotel mulai memperlihatkan sedikit peningkatan setelah dilakukan pembukaan kembali.

John menyampaikan, sebagai perusahaan real estate terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, pendapatan Real Estate Development meningkat sebesar 38,7% menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun karena bisnis inti properti Perseroan mulai menunjukkan perbaikan.

Hal ini didorong pertumbuhan pendapatan yang kuat dari Cikarang, pengakuan pendapatan di LPKR untuk serah terima di tower Hillcrest dan Fairview di Lippo Village, serta penjualan persediaan. "Bisnis properti terus menunjukkan kemampuan untuk bertahan yang ditunjukkan dengan marketing sales sembilan bulan di periode 2020 yang meningkat 100% YoY menjadi Rp2,28 triliun dari Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ujar John, dalam Siaran Pers, Senin (2/11/2020).

Bisnis Real Estate Management & Services, mengoleksi pendapatan pada sembilan bulan periode 2020, turun tipis 9,1% mencapai Rp6,15 triliun. Sementara pada periode sama tahun lalu, mencapai Rp6,76 triliun. Hal ini terjadi karena rumah sakit, mall dan hotel terus dihadapkan dengan kondisi yang menantang akibat dari pandemi.

Disampaikan John, kasus baru Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia pada kuartal tiga 2020 menyebabkan penutupan hotel yang berkepanjangan, pengunjung mall yang lebih sedikit dari yang sebelumnya diperkirakan, dan lebih banyaknya dilakukan penanganan Covid di lini bisnis rumah sakit daripada pasien bisnis inti.

"Secara konsolidasi, pendapatan LPKR (yoy) tidak mengalami perubahan. Pendapatan konsolidasi pada sembilan bulan 2020 sebesar Rp8,58 triliun dibandingkan dengan Rp8,56 triliun pada sembilan bulan di 2019," ucap John.

Anak usaha LPKR yaitu Lippo Cikarang melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat akibat dari suksesnya pemasaran produk hunian rumah tapak yang terjangkau, dan apartemen Orange County yang terus melanjutkan proses serah terima unit.

Pendapatan LPCK pada sembilan bulan 2020, naik 50% menjadi Rp1,56 triliun dari Rp1,04 triliun pada sembilan bulan di 2019. Di mana, proyek Orange Country mencatatkan pendapatan sebesar Rp837 miliar, naik sebanyak 91% Year on Year dari Rp438 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan rumah hunian sebesar Rp286,1 miliar naik dari Rp218,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan penjualan tanah di Kawasan industri menjadi sebesar Rp121,4 miliar pada sembilan bulan 2020 dari Rp66,3 miliar pada sembilan bulan 2019.

Pada kuartal III-2020, pendapatan naik sebesar 34,8% menjadi Rp504 miliar seiring dengan kenaikan pendapatan apartemen dan proyek hunian rumah tapak yang naik sebanyak 66,1% dan 125,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara anak usaha lain, Siloam Hospital, turun tipis 4,1% (yoy) menjadi Rp5 triliun dari Rp5,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski pengalami penurunan, Siloam masih berkontribusi sebanyak 80,5% terhadap total pendapatan recurring perusahaan di sembilan bulan 2020, sementara pada periode sama tahun lalu berkontribusi sebanyak 75,2%. Pada sembilan bulan 2020, Siloam mengoperasikan 39 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Disampaikan John, Siloam telah meningkatkan kapasitas testing COVID-19 secara signifikan untuk mendukung upaya Indonesia dalam menanggulangi virus. Selama sembilan bulan 2020, Siloam telah melakukan 70 ribu tes PCR dan lebih dari 700 ribu tes rapid dan serologi. Selain meningkatkan kapasitas tes, Siloam juga mendedikasikan 4 rumah sakit khusus untuk penanganan COVID-19.

Dan, LPKR membukukan laba bruto konsolidasian di sembilan bulan 2020 sebesar Rp3,32 triliun dari Rp3,29 triliun pada periode sama tahun sebelumnya Laba bruto pada segmen Real Estate Development naik sebesar 71,2% YoY menjadi Rp934 miliar di sembilan bulan 2020 dari Rp545 miliar pada sama tahun lalu.

Sedangkan laba bruto dari bisnis Real Estate Management & Services turun 12,3% (yoy) menjadi Rp2,32 triliun pada sembilan bulan 2020 dari Rp2,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pelepasan lindung nilai yang proaktif, peluncuran obligasi, retap obligasi dan divestasi First REIT membantu memperbaiki neraca keuangan. Paruh pertama 2020, LPKR memperkuat posisi kas dan mengubah jatuh tempo utang dengan cara refinancing obligasi perseroan yang jatuh tempo tahun 2022, dan memperpanjang jatuh tempo hingga 2025.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA