Ekonom: Inflasi Oktober Pertanda Ekonomi Bangkit

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ekonomi Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan, Eric Sugandi memperkirakan, inflasi Oktober 2020, dipantik naiknya permintaan seiring pembukaan sektor perekonomian.

"Di sisi lain, mulai berdampaknya transfer dana stimulus oleh pemerintah kepada rumah-rumah tangga dinilai ia turut mempengaruhi naiknya inflasi pada perekonomian RI," kata Eric dalam risetnya.

Sedangkan ekonom Permata Bank, Josua Pardede bilang, inflasi terjadi karena ada peningkatan pada komponen harga bergejolak serta inflasi harga diatur pemerintah.

Menurut dia, perkiraan Josua, kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi dari tren kenaikan harga dari sebagian besar komoditas pangan, antara lain daging ayam yang naik 2% secara bulanan, daging sapi 0,1%, bawang merah 7,6%, bawang putih 1,1%, cabai merah 28,1%, cabai rawit 6,8%, dan minyak goreng 1,1%.

Meski demikian, terdapat beberapa komoditas pangan yang harganya turun seperti beras 0,1% dan telur ayam 1,7%. Sementara itu, inflasi harga diatur pemerintah cenderung meningkat didorong oleh kenaikan tarif transportasi udara pada akhir bulan Oktober. "Ini bertepatan dengan libur cuti bersama," ujar Josua, Senin (2/11/2020).

Josua menilai, inflasi inti dipengaruhi mulai meningkatnya permintaan masyarakat. Meskipun, tertahan oleh mulai stabilnya inflasi pendidikan dibandingkan bulan September yang lalu serta penurunan harga emas. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA