Kemenkeu Klaim Berjasa Kerek Ekonomi di Era Krisis

IN
Oleh inilahcom
Rabu 04 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfriman bilang, belanja pemerintah naik tinggi. motor penggerak ekonomi di tengah krisis ekonomi.

"Motor penggerak perekonomian saat ini adalah dari belanja pemerintah," katanya dalam virtual launching Green Sukuk Ritel Seri ST007 di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Luky mengatakan hal itu terjadi karena sektor penggerak ekonomi lainnya mengalami pukulan sangat berat dari dampak pandemi seperti konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, ekspor, dan impor.

Ia menjelaskan konsumsi pemerintah melambung tinggi karena direalisasikan melalui berbagai bantuan dan insentif yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi. "Pemerintah berupaya untuk menjaga daya beli masyarakat khususnya bagi mereka yang terdampak yaitu menengah ke bawah," ujarnya.

Ia menyebutkan dorongan pemerintah diberikan dalam beberapa program seperti jaminan perlindungan sosial, dukungan dunia usaha termasuk UMKM baik berupa bantuan sosial, insentif perpajakan, keringanan subsidi bunga, serta fasilitas penjaminan.

Di sisi lain, Luky menuturkan berbagai bantuan dan insentif tersebut memberikan pengaruh kepada APBN yakni terjadinya defisit cukup dalam sehingga memerlukan pembiayaan dalam rangka menutupnya. "Bagaimana pemerintah untuk menutup pembiayaan tersebut? Salah satu caranya dengan menerbitkan surat berharga negara (SBN) atau disebut obligasi negara," katanya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat yang masih memiliki kelebihan dana dan ingin berinvestasi dapat berkontribusi dalam mengelola risiko defisit dengan membeli instrumen yang diterbitkan pemerintah.

Ia mengatakan pemerintah melakukan diversifikasi dalam rangka mengelola risiko tersebut melalui penerbitan SBN berbentuk valas, rupiah, konvensional, hingga sukuk atau berbasis syariah. "Itu bagian dari diversifikasi upaya pengelolaan portofolio dari pemerintah," tegasnya.

Pada Selasa (27/10/2020), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja pemerintah pada kuartal III meningkat 15,5% (yoy). Sehingga, berkontribusi terhadap pertumbuhan hingga 18%.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA