Bos BPS Sahkan Resesi Ekonomi, Kapan Pulihnya?

IN
Oleh inilahcom
Kamis 05 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ekonomi kuartal III masih tertekan di zona negatif. Angka tepatnya minus 3,49%. Artinya, ekonomi Indonesia dua kuartal minus, sah masuk fase resesi.

Hari ini (Kamis, 5/11/2020), Kepala BPS Suhariyanto bilang, pertumbuhan ekonomi kuartal III tercatat minus 3,49% secara tahunan (year on year/yoy). Di mana, konsumsi rumah tangga masih loyo yang berdampak kepada angka pertumbuhan masih bertengger di zona negatif.

Lemahnya konsumsi rumah tangga menyumbang 57% dalam pembentukan angka pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal III-2020, konsumsi berada di level negatif 4,04%. "Berdasarkan sumber pertumbuhan, maka konsumsi rumah tangga pada triwulan III adalah sumber kontraksi terdalam. Ini disadari karena bobot konsumsi rumah tangga sekitar 57% dan dia terkontraksi 4%," jelas Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto.

Meski ekonomi negatif lagi, Kecuk bilang, pergerakan ekonomi mulai mengarah ke pemulihan. Terlihat dari adanya pertumbuhan ekonomi secara kuartal sebesar 5,05% (qtq) di triwulan III-2020.

Dari sisi lapangan usaha, kondisi industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi maupun pertambangan, menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan triwulan II-2020.

Kata Kecuk, masih jebloknya perekonomian di triwulan III-2020, karena perbaikan ekonomi masih terhambat tingginya kasus COVID-19. Secara kumulatif hingga triwulan III-2020, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar minus 2,03%.

Dengan kondisi ini maka Indonesia resmi mengalami resesi seperti yang sudah dialami berbagai negara yang terdampak COVID-19, karena selama dua triwulan berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA