90 Persen Pekerja di Jember Kembali Aktif

IN
Oleh inilahcom
Jumat 06 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jember - Sebanyak 35 perusahaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merumahkan pekerja karena krisis finansial akibat pandemi Covid-19. Namun 90 persen pegawai yang dirumahkan sudah kembali bekerja.

"Rata-rata yang mengalami kesulitan karena Covid adalah perusahaan di sektor pariwisata, terutama hotel. Tapi semua sektor ada," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember Bambang Edy Santoso.

Disnaker membantu pegawai yang di-PHK dan dirumahkan dengan anggaran penanganan Covid. "Pemerintah sudah melayangkan surat ke perusahaan dan mengimbau tidak ada PHK. PHK itu langkah paling akhir yang diambil perusahaan. Apapun alasannya kami tetap memakai aturan berjalan," kata Bambang.

Pemerintah sendiri sudah berupaya mempermudah perusahaan dalam memenuhi hak-hak pekerja. "Iuran BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan hanya dibayar satu persen dari upah. Paling hanya Rp 100 satu bulan. Ini membantu perusahaan dan karyawan," kata Bambang.

Kepala Bidang Kepala Bidang Hubungan Industial dan Kesejahteraan Pekerja Disnaker Jember Lily Rismawati mengatakan, perhotelan dan rumah makan terdampak pada masa pandemi.

"Kami sudah melakukan pembinaan dan turun melihat langsung kondisi perusahaan. Sasaran pertama kali di sektor perhotelan. Tingkat hunian sangat turun. Kami ingin tahu kondisi pekerja bagaimana," katanya.

Lily berharap pekerja dan perusahaan bisa duduk bersama. "Namanya dirumahkan bukan berarti di-PHK. Masih dalam status hubungan kerja. Semua harus mengedepankan dialog sosial. Sampaikan kalau memang ini terdampak, karena kondisi pandemi tidak ada yang tahu sampai kapan," katanya. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA