Reaksi MUI Gubernur Papua Segera Larang Miras

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 14 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe dikabarkan bakal melarang peredaran minuman keras (miras) di provinsi tersebut.

Hal itu kemudian ditanggapi oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. Ia menilai Lukas benar-benar ingin melindungi masyarakatnya lewat pelaksanaan Perda Nomor 15 Tahun 2013.

"Pendekatan beliau menurut saya jelas bukan pendekatan agama tapi adalah pendekatan rasional atau ilmu dan budaya. Karena beliau tahu minum minuman keras itu berkorelasi dengan produktivitas, kesehatan dan kematian," kata Buya Anwar kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Anwar menyapaikan, Gubernur Papua ingin menekan dampak negatif akibat miras yang membuat produktivitas warganya banyak terganggu akibat konsumsi minuman beralkohol.
Bahkan banyak putra Papua yang meninggal akibat miras.

"Beliau melihat gara-gara minuman keras produktivitas rakyatnya menjadi bermasalah sehingga keinginan beliau untuk memajukan provinsinya terkendala oleh budaya dan perilaku sebagian rakyatnya yang tidak mendukung," ucapnya.

Anwar juga mendesak pemerintah dan DPR ikut memperhatikan peredaran miras di tengah masyarakat dengan mengeluarkan peraturan yang tidak bertolak belakang.

"Apalagi kalau kita ingat bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Miras itu kesimpulannya, dampak buruknya lebih besar dari manfaatnya, baik ditinjau dari segi agama maupun dari segi ilmu terutama ilmu kesehatan," tutup dia. [wll]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA