Kata Pakar Soal Laporan Kisman ke KPK

IN
Oleh inilahcom
Minggu 15 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Seseorang yang mengaku sebagai kader Partai Nasdem, Kisman Latumakulita melaporkan dua politisi Nasdem Ahmad Ali dan Rusdi Masse ke KPK. Keduanya dilaporkan atas dugaan kasus korupsi impor produk hortikultura.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum, Andi Syafrani mengatakan, setiap laporan yang masuk ke KPK berdasarkan pemberitaan media, pada dasarnya hanya sebagai info saja bukan sebagai barang bukti awal.

"Laporan sodara Kisman ini kan berangkat dari laporan pemberitaan media, prinsipnya akan diterima saja oleh KPK. Tapi karena sifatnya hanya berita, pastinya bukti awalnya tidak ada." Kata Andi lewat keterangannya, Sabtu (14/11/2020).

Andi menambahkan, KPK bisa menindaklanjuti laporan dari masyarakat apabila disertai bukti awal yang cukup. Jika pelaporannya hanya dari berita di media, ini tentu sangat tidak membantu KPK.

"Berita di media itu belum tentu fakta, bisa jadi hanya isu semata. Apalagi yang namanya fakta dari media bukan fakta hukum. Masih diperlukan penelusuran bukti yang lebih jelas." Tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kisman Latukumalita yang mengaku kader partai Nasdem melaporkan wakil ketua umum dan ketua Partai Nasdem, Ahmad Ali dan Rusdi Masse ke KPK terkait pengaturan kuota import buah sebagaimana yang diberitakan oleh majalah Tempo edisi 4-8 November 2020, Jumat. (13/11/2020). Kisman membawa bukti majalah Tempo sebagai bukti awal kepada KPK.

Secara terpisah, Waketum NasDem Ahmad Ali menanggapi laporan Kisman Lakumakulita. Dia membantah melakukan pengaturan izin dan kuota impor buah melalui penerbitan rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) Kementerian Pertanian.

Ahmad Ali menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu dan tidak pernah berurusan dengan kuota import buah seperti yang diberitakan. Ahmad Ali sudah menjelaskan dan meluruskan berita yang dianggap tidak berdasar tersebut kepada media yang memberitakan itu.

"Saya nggak pernah ketemu satu pun pengusaha buah, bawang putih, terus apalagi dikatakan bahwa mengatur kuota," kata Ali lewat keterangannya, Jumat (13/11/2020).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA