Habib Umar : Tangkap Saja Yang Berusaha Mengkudeta

IN
Oleh inilahcom
Selasa 17 November 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Forum Komunikasi Alawiyyin Indonesia, Habib Umar Idrus Alhabsyi menilai bahwa saat ini banyak sekali kelompok masyarakat yang melakukan agenda-agenda politik tertentu yang justru memberikan ancaman kepada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ia pun menyayangkan, kelompok-kelompok tersebut selalu membalut diri mereka dengan identitas tertentu untuk berupaya melegitimasi ruang gerak mereka.

Untuk itu, ia meminta kepada aparat keamanan baik Polri maupun TNI untuk menindak tegas para kelompok yang justru sengaja ingin mengganggu stabilitas nasional.

"Menghimbau kepada Kapolri dan Pangab menangkap siapa saja, orang atau kelompok organisasi gerakan tersebut yang berusaha mengkudeta pemerintah Negara Indonesia secara inkonstitusional," kata Habib Umar, Senin (16/11/2020) malam.

Dan ia juga meminta agar aparat keamanan negara tetap memiliki nyali yang kuat untuk menjaga eksistensi NKRI dari rongrongan kelompok semacam itu.

"Berani melakukan pengamanan terhadap Negara dari Kelompok atau orang yang akan melakukan pemufakatan jahat terhadap Kedaulatan Negara Republik Indonesia," ujarnya.

Kemudian, Habib Umar juga meminta dengan tegas kepada aparat Kepolisian maupun TNI untuk tidak segan-segan meringkus mereka yang sengaja menyebarkan kebencian antar sesama dan mengancam toleransi di NKRI.

"Menangkap pihak-pihak yang membawa kebencian dan intoleransi dengan mengatasnamakan agama, yang berujung makar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya.

Di sisi lain, Habib Umar memaparkan, bahwa provokasi berbungkus isu identitas yang bisa mengancam persatuan keberlangsungan hidup dan eksistensi suatu bangsa, ternyata sangat dipengaruhi oleh kemampuan bangsa tersebut dalam memahami dan menguasai kondisi geografi serta lingkungan sekitarnya.

"Tumbuh kembangnya atau berkurangnya ruang hidup bangsa, juga dipengaruhi oleh pandangan geopolitik yang diyakini oleh entitas suatu bangsa," tukasnya.

Kemudian, berbagai pengaruh dan dampak negatif dari perkembangan lingkungan strategis yang disertai berubahnya persepsi dan hakikat ancaman terhadap eksistensi maupun kedaulatan bangsa, tentu saja harus dicermati dan disikapi oleh bangsa Indonesia secara sungguh-sungguh.

Dan hal ini pula berangkat dari pemikiran, bahwa ruang merupakan inti dari geopolitik karena di sana merupakan wadah dinamika politik dan militer.

Untuk itu, ia pun mengingatkan bahwa penguasaan ruang secara de facto dan de jure merupakan legitimasi dari kekuasaan politik. Karena di sanalah kehormatan dan kedaulatan jadi bahan pertaruhannya.

"Bertambahnya ruang negara atau berkurangnya ruang negara oleh berbagai jenis sebab, selalu dikaitkan dengan kehormatan dan kedaulatan negara dan bangsa," tutup Habib Umar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA