Kronologi Mekanik Selundupkan Sabu

IN
Oleh inilahcom
Selasa 17 November 2020
share
 

INILAHCOM, Mataram - Seorang pria berprofesi sebagai mekanik bengkel inisial AG (33), menyelundupkan sabu lintas provinsi. Yakni dari Kota Pekanbaru, Riau ke Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BNNP NTB Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan penyelundupan narkoba ini terungkap setelah tim pemberantasan menangkap AG saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), pada Jumat (13/11/2020) siang.

Dari penangkapan yang dilaksanakan bersama otoritas keamanan bandara, jelas Sugianyar, barang bukti sabu-sabu ditemukan terselip di dalam tas koper milik AG.

"Setelah periksa dan timbang kembali, berat bersihnya (sabu-sabu) 995,37 gram, jadi sisanya itu berat plastik kemasan," ucapnya.

AG berangkat membawa poketan sabu-sabu menggunakan maskapai penerbangan internasional dari Kota Pekanbaru.

"Jadi dia ini berangkat dari Lombok jemput barang ke Pekanbaru. Dari Pekanbaru, dengan maskapai penerbangan jalur internasional, pesawatnya sempat singgah di Jakarta dan baru tiba di Lombok," ujarnya.

Kepada petugas, AG mengaku hanya orang suruhan. Dia akan memberikan paket tersebut kepada seseorang yang juga berasal dari Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Pria tersebut berinisial SA (35), dia turut diamankan setelah petugas menjalankan strategi "control delivery". SA ditangkap dengan kendaraan roda empat yang dikendarainya untuk menjemput barang dari AG di parkiran BIZAM.

"Jadi rencananya barang ini akan diserahkan ke SA di parkiran bandara," ucapnya.

Lebih lanjut, SA yang kesehariannya sebagai sopir tersebut mengaku hal yang sama dengan AG, hanya sebagai orang suruhan. Dia dijanjikan satu ons sabu-sabu apabila berhasil mengambil paket barang haram tersebut dari AG.

"Untuk AG sendiri dia mengaku dijanjikan upah Rp100 juta kalau barang sudah diterima pemesan. Jadi mereka ini untuk sementara kami duga ada pengendalinya, mereka masuk dalam sebuah jaringan, ini yang kita dalami lebih lanjut," kata Sugianyar.

Kini kedua pelaku beserta barang bukti kasusnya telah diamankan di Mako BNNP NTB, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

Dari hasil pemeriksaan, urine keduanya dinyatakan positif mengandung zat narkotika. Karena itu mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka yang disangkakan Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nokor 35/2009 tentang Narkotika.

Karena sangkaan pidana pasalnya mencantumkan ayat 2 terkait barang bukti sabu-sabu diatas lima gram, maka ancaman pidana paling berat yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA