Pandemi COVID-19, Penjualan CPRO Masih Bisa Naik

IN
Oleh inilahcom
Selasa 17 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) mencatatkan kenaikan penjualan Rp5,6 triliun di triwulan III-2020.

Capaian ini, menurut Presiden Direktur CPRO, Hendri Laiman, lebih unggul ketimbang penjualan di triwulan III-2019 senilai Rp5,5 triliun. Di mana, dua unit usaha perseroan mencatat performa cukup mentereng, yakni unit usaha pet food (makanan hewan kesayangan). "Kita meraih kenaikan penjualan sebesar 57.9% menjadi Rp522 miliar hingga September 2020," papar Hendri, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Unit usaha lainnya, kata Hendri, adalah ekspor makanan frozen seafood membukukan penjualan sebesar Rp832 miliar, naik 26.8% dibandingkan periode yang sama pada 2019. Pasar ekspor yang terbesar adalah Eropa sekitar 40-45%, Amerika Serikat 30-35%, Jepang 15-20% dan sisanya China, Rusia, Philippines, Canada, dan negara lainnya yang berkontribusi 15% dari total penjualan Dalam sembilan pertama 2020, tercatat kenaikan ekspor 3% dibanding periode sama di 2019.

Meski demikian, lanjutnya, bukan berarti kinerja perseroan tidak terdampak pandemi COVID-19. Berdasarkan Laporan Keuangan CPRO hingga September 2020, sejumlah unit usaha tidak mengalami pertumbuhan jiga dibandingkan dengan periode sama di 2019. Unit usaha yang dimaksud adalah bisnis pakan ikan, pakan udang dan bibit udang.

"Selain itu, unit usaha domestic food mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan ketimbang 2019. Dipicu penurunan penjualan ke segmen horeca (hotel, restoran, cafe) yang merupakan sektor yang cukup terdampak pandemi COVID-19," ungkao Hendri.

Namun demikian, nilai penjualan hingga 2020 diperkirakan akan naik dari pencapaian 2019, di kisaran Rp7,4-7,5 triliun dengan EBITDA mencapai Rp725 miliar hingga Rp750 miliar.

Menanggapi prospek bisnis pada 2021, Herman mengaku sangat optimis. Walau perseroan masih akan berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi global, di mana masih dirasakannya dampak dari perseteruan dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China, pergolakan kurs rupiah, dan juga pandemi COVID-19, CPRO cukup optimis bahwa masih ada peluang untuk tumbuh.

Untuk itu, lanjutnya, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 5% dengan target EBITDA antara Rp750-800 miliar. "Keyakinan ini berdasarkan pengalaman perseroan selama 2020, di mana sektor makanan masih merupakan sektor yang cukup dapat bertahan karena masyarakat masih membutuhkan nutrisi dari produk ikan dan udang," pungkasnya.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA