Persiapan Distribusi Vaksin Perlu Proses

IN
Oleh inilahcom
Rabu 18 November 2020
share
 

INILAHCOM, Bogor - Presiden Joko Widodo meninjau simulasi imunisasi vaksin COVID-19 di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Pada kesempatan ini Presiden menyampaikan persiapan distribusi vaksin COVID-19 butuh proses yang tidak mudah dan memerlukan kehati-hatian.

"Kita juga harus menyiapkan distribusi ke seluruh Tanah Air. Ini yang tidak mudah, mendistribusikan vaksin itu tidak mudah," kata Presiden Jokowi di Puskesmas Tanah Sereal Bogor, Jawa Barat, Rabu (18//11/2020).

"Ini bukan barang seperti barang-barang yang lain, memerlukan 'cold chain', kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk yang berbeda memerlukan juga model distribusi yang berbeda," ungkap Presiden.

Sebelumnya diberitakan uji klinis vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan BioNTech diklaim dapat mencegah infeksi COVID-19 hingga 90 persen. Inovasi Pfizer dan BioNTech tersebut masih harus dikaji oleh kelompok pakar independen dan disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech tersebut menggunakan teknologi rekayasa genetik. Rekayasa genetik itu dilakukan dengan mengambil genom dari RNA virus yang membutuhkan tempat penyimpanan vaksin pada suhu -80 derajat Celcius.

Sedangkan di Indonesia masih sulit untuk menemukan penyimpanan yang bisa menjaga suhu hingga -80 derajat Celcius, bahkan "freezer" kulkas hanya -4 derajat Celcius. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA