Karena COVID-19, Konferensi Sawit Digelar Virtual

IN
Oleh inilahcom
Jumat 20 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi COVID-19 tak menyurutkan keinginan industri sawit untuk menggelar konferensi sawit tahunan berkelas dunia, atau Indonesian Palm Oil Conference and 2021 Price Outlook (IPOC2020).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono selaku penyelenggara, menyebut 2020 merupakan tahun yang sangat istimewa dan penuh dengan tantangan. Di mana, pandemi Covid-19 telah merubah gaya hidup dan gaya kerja semua orang di dunia. Pandemi Covid-19 juga mendorong kebiasaan baru hidup bersih dan menjaga jarak.

Alhasil, interaksi sosial secara langsung menjadi sangat terbatas sehingga komunikasi lebih memanfaatkan teknologi digital baik dalam kegiatan bisnis, belajar mengajar maupun kegiatan lainnya.

"Menyesuaikan dengan situasi kehidupan normal baru, GAPKI dengan bangga menyelenggarakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) untuk pertama kalinya secara virtual. IPOC adalah konferensi industri minyak sawit terbesar dunia, yang memberikan informasi perkembangan industri sawit Indonesia dan global terkini serta menganalisis tren harga minyak sawit ke depan," kata Joko dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dia bilang, 16th Indonesian Palm Oil Conference and 2021 Price Outlook akan diselenggarakan pada 2-3 Desember 2020 secara virtual, dengan mengusung tema "Palm Oil Industry in the New Normal Economy."

Selanjutnya Joko mengatakan, beberapa negara mengalami resesi ekonomi, sehingga perlambatan ekonomi dan pembangunan juga tidak terhindari.
"Kita juga menyaksikan fluktuasi harga berbagai komoditas dan bahkan harga minyak mentah pun jatuh pada titik terendah. Industri sawit adalah salah satu industri yang tidak terpengaruh secara signifikan karena perkebunan kelapa sawit rata-rata berada di lokasi terpencil, kegiatan operasional tetap berjalan dengan normal dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Joko didampingi Mona Surya, Ketua Panitia Penyelenggara IPOC 2020.

Sementara, Mona mengatakan, konferensi sawit selama dua hari ini, membahas rencana pemulihan ekonomi Indonesia secara makro dengan berbagai kebijakan moneter, fiskal, dan kebijakan pengembangan energi terbarukan. Dunia industri tentunya sangat terpengaruh oleh setiap kebijakan yang dibuat pemerintah, sehingga pemahaman akan kebijakan-kebijakan baru akan membantu dalam menentukan strategi bisnis perusahaan ke depan.

"Selain itu juga dibahas peluang pasar minyak sawit dunia di beberapa negara tujuan utama ekspor, supply and demand minyak nabati dunia, tren pasar global, dan proyeksi harga minyak sawit untuk tahun berikutnya," tuturnya.

Tahun ini, lanjut Mona, IPOC akan dibuka Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, sekaligus memberikan Special Keynote Speech. Dan, Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan dijadwalkan memberikan Special Address terkait iklim investasi Indononesia pasca pandemi Covid-19.

"Sudah menjadi tradisi bagi IPOC menghadirkan pembicara-pembicara ahli senior dunia untuk menguak trend harga, seperti Dorab Mistry (Godrej International Ltd), James Fry (LMC International) dan Thomas Mielke (Oil World)," jekas Mona.

Di tengah pandemi Covid-19, tutur Mona, animo masyarakat baik dari Indonesia maupun luar negeri, terhadap IPOC 2020, meningkat tajam. Rencananya, hajatan akbar ini diikuti 1500 peserta dari 25 negara.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA