Ini Pihak Kerap Berbuat Terlarang di Pamekasan

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 21 November 2020
share
 

INILAHCOM, Pamekasan - Status pekerjaan swasta mendominasi angka kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pamekasan, khususnya dalam dua tahun terakhir. Terhitung sejak Januari 2019 hingga 8 November 2020.

"Untuk status pekerjaan tersangka narkoba dalam dua tahun terakhir, didominasi swasta. Sekalipun terdapat profesi lain yang ikut terlibat dalam kasus ini, termasuk anggota Polri," kata Kasat Reskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto, melalui Kasubag Humas AKP Nining Dyah, Sabtu (21/11/2020).

Tersangka dengan status pekerjaan swasta, terdata sebanyak 307 orang selama 2019 hingga November 2020. "Jumlah itu meliputi sebanyak 118 tersangka dengan status swasta pada 2019, serta sebanyak 149 tersangka dengan status serupa pada 2020," ungkapnya.

"Untuk status tersangka lainnya, meliputi dua orang buruh tani dan dua orang sopir, serta masing-masing satu orang dengan status mahasiswa, tunakarya, polri dan pelajar. Status itu untuk tersangka penyalahgunaan narkoba pada 2019," imbuhnya.


Sementara untuk 2020 meliputi 149 tersangka dengan status swasta, lima orang status pelajar, dua orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dua orang buruh tani, serta masing-masing satu orang dengan status nelayan, polri, sopir dan wiraswata.

"Jadi selama 2019 terdata sebanyak 95 kasus dengan total tersangka 127 orang, sedangkan tahun ini terdata 105 kasus dengan total 162 tersangka, itupun hasil ungkap kasus hingga 8 November 2020," jelas Nining Dyah.

Tidak menutup kemungkinan, angka kasus narkoba juga bakal kembali bertambah, terlebih saat ini masih menyisakan satu bulan untuk menggenapkan angka setahun untuk 2020. "Intinya perbandingan kasus narkoba tahun ini lebih banyak dibandingkan kasus serupa pada tahun sebelumnya," jelasnya.

"Namun untuk barang bukti hasil ungkap kasus, tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Di mana pada tahun lalu kami mengamankan barang bukti seberat 751,13 gram sabu dan 120 butir pil koplo, sementara tahun ini hanya 179,37 sabu, 586 butir pil koplo dan 37 butir ekstasi," pungkasnya. [beritajatim]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA