Kemenkes Ungkap Klaster Baru COVID-19 Acara HRS

IN
Oleh inilahcom
Minggu 22 November 2020
share
Plt Dirjen P2P Kemenkes dr. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes (tengah). Dirjen Yankes Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. (kiri) dalam konferensi pers tentang perkembangan terkini COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (22/11/2020).

INILAHCOM, Jakarta - Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Muhammad Budi Hidayat, M.Kes, mengungkapkan adanya klaster baru COVID-19 dampak kegiatan beberapa kerumunan massa. Salah satunya terkait kedatangan dan kegiatan Habib Rizieq Shihab.

Menurut Budi, ada tiga kegiatan di wilayah yang berbeda terkait HRS. Pertama di Banten, saat kedatangan Habib Rizieq dari Arab Saudi di Bandara Seokarno-Hatta atau Klaster Bandara. Kedua DKI Jakarta, yaitu kegiatan pernikahan putri Habib Rizieq di Petamburan (klaster Petamburan) dan ketiga di Megamendung, Jawa Barat yaitu kegiatan ceramah Habib Rizieq dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW (Klaster Megamendung).

"Dari hasil tracing dan testing pada sejumlah kejadian tersebut, berdasarkan data per 19 November 2020. Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di Labkesda pada 21 November 2020 ditemukan di Tebet Total 50 positif di petamburan sebanyak 30 kasus positif dan di Mega Mendung 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan," kata Budi dalam konferensi pers tentang perkembangan terkini seputar Pemeriksaan, Pelacakan, dan Perawatan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Dengan demikian, jumlah kasus orang positif tertular virus corona telah mencapai 95 orang. Dari data tersebut lanjutnya, terlihat kenaikan kasus penularan COVID-19 cukup tinggi. Karena beberapa hari sebelumnya, dari tiga klaster kegiatan tersebut ditemukan kasus penularan CIVID-19 yang jumlahnya mencapai 77 kasus orang positif tertular virus corona. Rinciannya klaster Petamburan 7 orang, klaster Megamendung (20 orang) dan laporan lain (50 orang).

"Atas adanya kerumunan pada kegiatan yang dilakukan dalam rangka acara keagamaan dan pernikahan tersebut, Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara-acara tersebut dan siapapun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir, agar melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari," imbau Budi.

Ia juga menyarankan apabila selama melakukan karantina mengalami gejala terinfeksi COVID-19 seperti, batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan, serta hilang indra penciuman dan perasa, maka segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes usap (PCR-test)

Sejauh ini kata dia, Kemenkes bersama Satgas Penanganan COVID-19 terus melakukan penguatan tracing dengan rasio 1: 30, yakni 1 pasien berbanding 30 kontak erat yang dilacak.

Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan, terutama yang memiliki kerumunan dengan jumlah massa besar. Selain itu juga dilakukan pemantauan yang lebih intensif terjadinya penularan dalam 14 hari ke depan.

"Kemenkes bersama fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan/puskesmas, percepatan pemeriksaan spesimen dan merujuk kasus konfirmasi tanpa gejala ke wisma/hotel tempat isolasi," ujarnya.

Namun Budi meminta, upaya maksimal yang dilakukan pemerintah juga perlu mendapat dukungan dari masyarakat luas. Pemerintah berharap masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.

"Kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemimpin daerah agar memberikan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar COVID-19 dapat segera kita atasi," tegasnya.

Lebih jauh, Budi mengatakan Kemenkes bersama Satgas Penanganan COVID-19 telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak di 10 provinsi prioritas untuk menelusuri penularan dan kontak erat. Kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Prof. Abdul Kadir mememastikan negara hadir dan bertanggungjawab dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 termasuk dalam kasus kegiatan Habib Rizieq.

"Negara hadir dan bertanggung jawab dalam memutus mata rantai penularan sekaligus menyediakan perawatan terbaik bagi masyarakat yang tertular Covid-19. Kami Meminta masyarakat agar terbuka dan mendukung para relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularaan," tegasnya.

Iapun mengajak sikap proaktif masyarakat untuk mau dan peduli dengan bersedia mendatangi titik-titik layanan kesehatan untuk diperiksa kesehatannya.

"Masyarakat bisa menjadi pahlawan kesehatan dengan kesediaan mereka untuk diperiksa serta menginformasikan siapa saja telah kontak erat dengannya jika ditemukan yang bersangkutan positif covid-19," katanya.

Pelacakan kontak merupakan sebuah kerja kemanusiaan, sebuah gerakan kemasyarakatan nonpartisan, untuk kemanusiaan, nondiskriminatif dan pro terhadap kehidupan.

"Ini yang perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota relawan lacak kontak di lapangan bekerja aman dan nyaman dan tidak dicuriga," sebutnya.

Untuk langkah antisipasi lonjakan pasien COVID-19 akibat dinamika yang terjadi masyakarat dalam beberpa minggu terakhir, Abdul Kadir mengatakan Kementerian Kesehatan telah menyiapkan strategi pencegahan.

Sejumlah langkah antisipasi Kemenkes tersebut dilakukan melalui sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit diantaranya pertama, memantau kondisi saat ini melalui Dinas Kemenkes setempat berdasarkan keterisian temopat tidur (TT).

"Apabila terjadi lonjakan pasien hingga 20 sampai 50%, maka RS masih dapat menampung lonjakan pasien hingga 2 kali lipat. Kondisi sampai saat ini, keterisian ruang perawatan baru 50%," kata Abdul kadir.

Langkah kedua, jika kenaikan pasien hingga 50 sampai 100%, Kementerian Kesehatan akan melakukan penataan TT dengan menambah kapasitas ruang perawatan pasien COVID-19.

"Kemenkes mengimbau masyarakat yang telah kontak erat dan mengikuti kegiatan di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Tebet dan Mega Mendung untuk segera melakukan isolasi mandiri. Apabila bergejala, segera periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan. Pemerintah juga telah menyediakan pusat karantina di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlit," pesannya.

Ia juga memastikan sampai saat ini, ketersediaan obat mencukupi, dan buffer stock juga cukup. "Masyarakat diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan dengan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan pakai sabun," pungkasnya. [fad]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA