TNI Turunkan Baliho Rizieq

Refly : Adakah otoritas lain yang memerintahkan?

IN
Oleh inilahcom
Selasa 24 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari langkah Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman. Yakni, memerintahkan penurunan baliho-baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

"Jadi pertanyaannya adalah kalau itu bukan perintah Panglima TNI bukan juga atas permintaan Gubernur DKI, lalu adakah otoritas lain yang memerintahkan Pangdam Jaya ?," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Selasa (24/11/2020).

Kata Refly, dalam hal ini gubernur yang memilili kewenangan dalam mengatur dan menertibkan baliho dan proses penertibannya dibantu oleh Satpol PP. Menurut Refly, belum ada insiden ketika ada baliho yang melanggar hukum, lalu Satpol PP tidak mampu menurunkannya.

Refly kira, terkait koordinasi dan kerjasama, hingga komunikasi antara Pemda DKI Jakarta dan HRS cukup baik. Terbukti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi HRS setibanya di Indonesia pada 10 November lalu.

"Jadi rasanya tidak ada alasan untuk tidak dikomunikasikan sehingga memerlukan keterlibatan Polisi untuk menertibkan. Karena keterlibatan Polisi itu ya diminta oleh Satpol PP atau oleh Pemda DKI. Nah keterlibatan Tentara harusnya diminta juga," jelas Refly.

Apabila Dudung melakukan penurunan baliho HRS atas insiatif sendiri jelas menyalahi aturan. Pasalnya pertama tidak diminta, kedua tidak diperintah oleh Panglima TNI, tidak diminta oleh Gubernur DKI, yang memang memiliki wilayah teritorial.

"Menarik kan? Apakah seberani itu Dudung Abdurachman untuk bertindak independently?" tanya Refly.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA