Haris Anggap Tantangan Kubu Abdul Halim Kepanikan

IN
Oleh inilahcom
Selasa 24 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kuasa Hukum Benny Tabalujan, Harris Azhar menanggapi santai tantangan kubu Abdul Halim terkait sengketa tanah 7,7 hektar di Cakung Barat, Jakarta Timur. Menurutnya, itu hanyalah wujud kepanikan akibat kebenaran yang sedikit demi sedikit mulai terkuak, dimulai dari hasil investigasi internal yang telah diungkapkan BPN.


"Sudah jelas kok. Ada putusan MA yang inkracht menyatakan SHGB PT Salve milik keluarga Tabalujan. Sudah ada vonis BPN yang menghukum 10 oknum karena menyalahi aturan, mulai dari membatalkan SHGB PT Salve, menerbitkan SHM Abdul Halim hanya dalam tempo sehari dengan melanggar prosedur, hingga tanah Abdul Halim yang secara ajaib membesar jadi 7,7 hektar, padahal dia ngakunya punya 5 hektar," ujar Haris, dalam keterangannya Selasa (24/11/2020).


Sosok yang selama ini dikenal kerap melakukan advokasi tanah adat rakyat tersebut mengajak kubu Abdul Halim menggunakan logika yang lurus. Menurut Haris, dari sisi kronologisnya saja sudah kasat mata. Keluarga Tabalujan memiliki tanah itu sejak 1975 dan statusnya sudah SHM. Pada 2011, tanah diturunkan haknya ke HGB lalu diimbrengkan ke PT Salve untuk kepentingan bisnis. Abdul Halim ini mendadak muncul pada 2018 mengajukan gugatan berdasarkan AJB.

"Ini kita bukan ngomongin tanah 100 atau 200 meter lho ya. Tanah itu, kalau dihitung-hitung NJOP-nya saja saat ini di atas 500 miliar. Wajar ga kalau kabarnya dia bilang itu dapat hibah? Kalaupun beli, umur Abdul Halim saat itu masih 25 tahun, uang dari mana dia untuk membeli tanah itu? Saya malah menduga mungkin Abdul Halim sendiri tidak tahu nilainya segitu."


"Makanya saya bilang, dia itu jadi boneka, jadi wayang saja. Kalau kata Metallica, ada lagi master of puppet-nya. Tuan si bonekanya ada. Abdul Halim dipakai sang dalang untuk meraih simpati masyarakat. Dia diprofilkan sebagai orang tua miskin yang tanahnya direbut mafia tanah. Andalan mereka cuma nuduh Benny mafia tanah yang menzalimi Abdul Halim, termasuk dengan menggunakan buzzer, " tegas Haris.


Dalam wawancara dengan media, pihak BPN menyebutkan status tanah yang masih dalam sengketa tersebut saat ini kini sudah berpindah tangan. "Perubahan kepemilikan itu tercatat di kantor Pertanahan Jakarta Timur pada Juli 2O20," ucap Sunraizal, Inspektur Jenderal BPN. Tercatat nama seorang pengusaha di bidang pelayaran sebagai pemilik baru lahan itu.


Sebelumnya, kubu Abdul Halim melalui kuasa hukumnya, Hendra, menantang Haris Azhar untuk menghadirkan kliennya dan berpikir secara logika. Hendra mengatakan kliennya, Abdul Halim adalah seorang kakek yang cuma memiliki satu bidang tanah. Sedangkan Benny Tabalujan, kata Hendra, punya tanah di mana-mana. "Abdul Halim, yang cuma punya satu bidang tanah, dimakan oleh Benny Tabalujan. Pakai logika saja," tambah Hendra.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA