Ekspansi Bisnis, Cargill Gelontorkan US$100 Juta

IN
Oleh inilahcom
Kamis 26 November 2020
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Cargill menginvestasikan US$100 juta di pabrik pemanisnya, PT Sorini Agro Asia Corporindo, yang berlokasi di Pandaan, Jawa Timur.

Dana investasi itu dipergunakan untuk pembangunan pabrik Corn Wet Mill, serta menambahkan Starch dryer guna memenuhi permintaan pelanggan yang semakin meningkat akan pati, pemanis dan bahan pakan ternak.

Rencananya, fasilitas ini siap beroperasi pada awal 2022. "Pabrik Corn Wet Mill yang baru ini akan memungkinkan kami membeli jagung dan mengubahnya menjadi pati dan pemanis. Dengan pengembangan portofolio produk dan kapasitas produksi yang jauh lebih besar, kami berada pada posisi yang tepat untuk mendukung rencana pertumbuhan para pelanggan kami," kata Franck Monmont, Managing Director, Cargill Starches, Sweeteners & Texturizers (CSST) Asia.

"Investasi ini juga menunjukkan komitmen kami untuk terus tumbuh di Indonesia dan memberikan dukungan signifikan bagi perekonomian lokal dengan menyediakan akses bagi petani untuk memperoleh sumber pendapatan," imbuhnya.

Fasilitas pabrik Cargill di Pandaan mulai beroperasi pada 1983, saat ini mengimpor pati (tapioka dan jagung) dan mengubahnya menjadi pemanis, seperti glukosa, sorbitol, dan maltodextrin.

Dengan perluasan usaha ini, Cargill bisa memroduki pemanis yang telah ada dan menambahkan produk baru seperti pati jagung, corn gluten meal, corn gluten feed dan corn germ. Dengan demikian, Cargill akan lebih siap untuk berkolaborasi dengan para pelanggan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan mereka, mulai dari industri permen (confectionary), produk berbahan susu (dairy), makanan siap masak (convenience foods), produk perawatan pribadi, industri produk kertas hingga industri pakan ternak.

"Investasi kami dalam mengembangkan dan memperluas pabrik pemanis kami di Pandaan dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah Indonesia mengidentifikasi kebutuhan akan investasi[1] yang semakin meningkat di sektor pertanian," kata Sunit Dhoka, Cargill Starches, Sweeteners & Texturizers (CSST) Managing Director for Southeast Asia sekaligus Country Representative for Indonesia.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kata dia, hanya 3% dari penanaman modal asing (foreign direct investment) di Indonesia, pada 2019 yang masuk sektor pertanian. Di mana, sektor ini menyumbang 29% dari total lapangan kerja di Indonesia. "Kami optimistis bahwa investasi kami akan membawa manfaat yang positif, karena kegiatan operasional kami menciptakan permintaan yang berkelanjutan untuk mendukung kegiatan hulu pertanian di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," kata dia.

Saat ini, Cargill memiliki 20.000 karyawan di 60 lokasi di seluruh Indonesia. Selain total investasi langsung Cargill senilai USD 800 juta di Indonesia dalam 5 tahun terakhir, yang juga meliputi perluasan pabrik Pandaan ini, Cargill telah berkontribusi lebih dari US$5 juta kepada berbagai organisasi nirlaba di Indonesia untuk mendukung kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA