Dekopin Terbelah, Kubu Nurdin Merasa di Atas Angin

IN
Oleh inilahcom
Jumat 27 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pelaku koperasi di tanah air kembali dibikin geleng kepala. Lantaran, tubuh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) terbelah dua yakni Nurdin Halid dan Sri Untari Bisowarno.

Kini, perseteruan ini berlanjut hingga Pengadilan tata Usaha Negara (PTUN). Di mana, kubu Nurdin Halid yang diwakili kuasa hukumnya yakni Muslim Jaya ButarButar, merasa di atas angin.

Di PTUN, Nurdin menggugat Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum & HAM lantaran mengesahkan hasil munas yang mengesahkan Sri Untari sebagai ketua umum Dekopin.

Menariknya, kata Muslim, sidang lanjutan yang digelar Kamis (26/11/2020), biro hukum Dirjen Peraturan Perundang-Undangan selaku kuasa hukum tergugat, mengakui bahwa tergugat membuat surat Nomor :PPE.PP.06.03-1017 tanggal 2 Juli 2020 tentang pendapat hukum yang menyatakan pemilihan Ketua Umum yang tepat berdasarkan Kepres Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pengesahan anggaran dasar dekopin adalah Munas yang memilih Sri Untari Bisowarno selaku Ketua Umum Dekopin, tanpa atau tidak berdasarkan dokumen dan fakta. Namun, hanya berdasarkan permohonan dari Sri Untar Bisowarno

"Semua yang hadir dalam persidangan kaget setengah tidak percaya ternyata tergugat, Dirjen Peraturan PerundangUndangan Kementerian Hukum & Ham membuat suatu keputusan dalam bentuk pendapat hukum terkait keberadaan Dewan Koperasi Indonesia tanpa berdasarkan dokumen maupun fakta yang ada," papar Muslim.

Tindakan tergugat, kata dia, dapat dikategorikan penyalahgunaan wewenang dan melanggar azas-azas pemerintahan yang baik, terutama azas kecermatan dan keadilan.

"Keputusan tergugat dalam bentuk pendapat hukum telah merugikan penggugat Nurdin Halid selaku Ketua Umum Dekopin dikarenakan tergugat dalam surat tersebut menjustifikasi bahwa pemilihan ketua umum yang tepat sesuai Kepres di atas adalah munas yang memilih Sri Untari Bisowarrno sebagai Ketua Umum Dekopin periode 2019-2024," paparnya.

"Darimana data atau dokumen tergugat, sehingga berani menyebut ada Munas lanjutan di ruang Jade Hall yang menghasilkan Ketua Umum Dekopin Sri Untari Bisowarno sah," imbuhnya

Berdasarkan fakta persidangan, lanjut Muslim, ada yang menarik seperti diungkapkan saksi Ketut Sukena, Ketua Dekopin Mojokerto yang hadir di ruang Jade Hall. "Dia (Ketut) bilang hadir pada 11-12 Nopember 2019 di Jade hall Hotel Claro. Di sana tidak ada munas lanjutan, atau penyelenggaraan munas. Hanya ada ngobrol-ngobrol biasa, tidak ada pemilihan ketua Umuum Dekopin untuk memilih Sri Untari Bisowarno. Termasuk di Hotel Mercure Makasar pada 13 Nopember 2019. Fakta ini telah membuat terang menderang permasalahan Dekopin dan mematahkan surat tergugat yang menyebut adanya munas lanjutan di ruang Jade Hall maupun dalil Sri Untari Bisowarno ada munas lanjutan Dekopin di Hotel Mercure, Makasar," terangnya.

Selanjutnya Muslim menyayangkan sikap Dirjen Peraturan Perundang-undangan RI yang secara sengaja menerbitkan surat yang telah membuat kerugian konsolidasi organisasi Dekopin secara kelembagaan. "Karena surat tergugat berupa pendapat hukum itu, dimanfaatkan untuk keliling instansi maupun dekopinda di seluruh Indonesia," paparnya.

Alhasil, kata dia, Dekopin terpecah dan mengganggu langkag konsolidasi. Kondisi ini, jelas merugikan Dekopin secara kelembagaan.
Diharapkan, pemerintah segera mengesahkan perubahan Anggaran Dasar Dekopin yang dihasilkan melalui Musyawarah Nasional Dekopin di Makasar pada 13 November 2019. Selaigus menetapkannya sebagai forum tertinggi pengambil keputusan di tubuh Dekopin. "Sebenarnya tidak ada permasalahan di Dekopin, hanya memang ada pihak-pihak tertentu yang ingin membuat suasana gaduh," ungkapnya.

Selanjutnya dia berharap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong terwujudnya konsolidasi di Dekopin pimpinan Nurdin Halid menyongsong implementasi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Di mana, koperasi dan UKM merupakan basis utama dalam penciptaan lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA