Mumpung Harga Turun, Saatnya Investasi Apartemen

IN
Oleh inilahcom
Jumat 27 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pasar properti sedikit terganggu dengan adanya pandemi COVID-19. Kuartal III-2020, hanya beberapa apartemen yang terjual. Momentum tepat untuk investasi.

Saat ini, banyak konsumen yang menunda untuk membeli apartemen. Padahal, harga apartemen saat ini, sedang terjun bebas. Akibat pandemi COVID-19, banyak pemilik apartemen mengaku tidak untung dari penjualan apartemennya.

Senior Associate Director Colliers International Research, Ferry Salanto, konsultan properti mengatakan, total penyerapan apartemen hingga September 2020 baru mencapai 1.382 unit. Jauh di bawah penyerapan apartemen periode yang sama tahun lalu, sebanyak 4.682 unit.

Oh iya, khusus triwulan III-2020, penyerapan partemen turun dratsis cuman 168 unit. Padahal, total pasokan apartemen saat ini, mencapai 212.593 unit. Saat ini, penyerapan proyek apartemen yang masih dalam tahap konstruksi turun dari 66% menjadi 62,3%.

Penyerapan apartemen masih akan stagnan hingga 2021. Untuk standar harga jual apartemen bisa Anda riset terlebih dahulu sebelum memilihnya. Ini bisa Anda jadikan permulaan untuk investasi di bidang properti.

Peringkat Obligasi Turun
Di faktor lain penurunan harga apartemen ini di sebabkan karna obligasi turun, banyak yang tidak bisa membayar obligasi sesuai dengan tepat waktu.

Penurunan tersebut terjadi setelah berakhirnya masa tenggang 30 hari grup untuk pembayaran kupon obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2021. Dalam siaran pers Fitch Rating tanggal 1 Oktober 2020, obligasi tersebut diterbitkan oleh anak perusahaan Modernland, JGC Ventures Pte Limited. Peringkat RD menunjukkan pembayaran gagal, tetapi penerbit belum bangkrut.

Modernland telah menyatakan bahwa likuiditas mereka berada di bawah tekanan dan Rp150 miliar obligasi direstrukturisasi pada Juli 2020. Menurut Modernland, pandemi membuat pembayaran dari konsumen menjadi sulit dan pembatalan pesanan meningkat.

Selain Modernland, Fitch juga menurunkan peringkat pengembang lain yaitu PT Alam Sutera Realty Tbk, dari CCC menjadi C. Penurunan peringkat tersebut terjadi setelah Alam Sutera menawarkan untuk mengganti surat utang jangka pendek yang akan jatuh tempo pada April 2021 dan April 2022 dengan sekuritas hutang baru yang akan jatuh tempo pada Maret 2024 dan September 2025.

Dalam rilisnya pada 30 September 2020, analis Fitch meragukan kemampuan Alam Sutera mendapatkan sumber pendanaan baru karena situasi perseroan yang lemah akibat penurunan penjualan properti selama pandemi ini.

Tahun ini, bakal menjadi tahunnya para pembeli apartemen di karenakan harga dari apartemen saat ini sedang turun yang di sebabkan oleh efek pandemic korona saat ini. Saat ini juga pembeli akan bebas memilih apartemen mana yang menurutnya cocok serta memiliki harga yang paling murah.

Disarankan bagi anda untuk melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga yang paling murah. Harga apartemen di Q4 2019 mencapai 115,4 atau naik 1% kuartalan (quarter on quarter/qoq). Peningkatan ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, setelah dua triwulan sebelumnya IPMI-H mengalami penurunan. Namun demikian, harga IPMI-Apartemen masih lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Pada kuartal IV-2019, indeks pasokan apartemen berada di 106,7, meningkat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya, sebesar 13%. Indeks pasokan apartemen didominasi oleh daerah yang menjadi pemasok apartemen terbesar, seperti Jakarta (66%), Jawa Barat (12%), dan Banten (10%). [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA