Mentan : Bisnis Makanan Tidak ada matinya

IN
Oleh inilahcom
Jumat 27 November 2020
share
 

INILAHCOM, Bekasi - Untuk mengajak melakukan diversifikasi pangan, sehingga tidak tergantung hanya beras sebagai pangan pokok, Kementerian Pertanian melakukan pembinaan terhadap Usaha Menangan Kecil dan Mikro (UMKM) Pangan lokal.

"Bisnis makanan tidak ada matinya, karena semua orang setiap saat butuh makan," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat memberikan sambutan pada ekspose produk UMKM pangan lokal di Summarecon Bekasi, Jumat (27/11/2020).

Menurut SYL, pangan tidak harus dari beras, karena sumber pangan Indonesia sangat banyak dan beragam.

"Untuk mengganti karbohidrat dari nasi, masyarakat bisa mengkonsumsi singkong, talas, sukun, jagung, sagu dan pisang. Saya lihat semua yang dihasilkan UMKM pangan lokal enak dan lezat semuanya," kata syahrul dihadapan 200-an pengusaha UMKM Pangan Lokal.

"Sesuai arahan presiden Jokowi, semua komoditi tinggal diberbanyak budidayanya, sehingga ketersediaan pangan berlimpah. Kalau bahan pangan tersedia, tinggal diolah dan dipasarkan.

Untuk mengembangkan pangan lokal, SYL juga meminta Kementerian dan Lembaga lainnya untuk terlibat didalamnya.

"Kita akan mengajak pihak lainnya mengembangkan pangan lokal. Di pasar-pasar modern nanti kita minta ada tempat khusus yang menjual pangan lokal, begitu juga di pom bensin dan tempat strategis lainnya," jelasnya.

Dalam acara ini, Syahrul juga memperkenalkan model belanja online melalui market place.

"Sekarang, kita bisa belanja pangan lokal melalui online. Ini sangat memudahkan masyarakat untuk membeli aneka produk pangan lokal," kata SYL.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, untuk melaksanakan diverisifikasi pangan sekaligus memberdayakan UMKM pangan lokal, perlu dilakukan keberpihak dan implementasi dilapangan.

"Kegiatan ini merupakan implementasi program kementerian pertanian yaitu diversifikasi dengan mengembangkan pangan lokal," ujar Agung Hendriadi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA