Masih Banyak BUMN Berprestasi di Tengah Pandemi

IN
Oleh inilahcom
Senin 30 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Demi meningkatkan kinerja, industri pelat merah alias BUMN harus mampu melakukan perubahan sesuai dengan zaman. Khususnya menyangkut perkembangan teknologi.

Dalam kenyataanya, tuntutan tersebut mampu mempengaruhi kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi atau ekspansi bisnis. Dikatakan Tanri Abeng, mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN era Presiden Habibie, kebijakan strategis menjadi hal yang sangat penting.

Pasalnya, pilihan kebijakan strategis dari pimpinan BUMN bisa mengantarkan korporasi untuk terus tumbuh dan berkembang. "Tidak ada bisnis yang bisa berjalan dengan baik tanpa manajemen yang baik. Saya berpesan kepada Menteri BUMN, agar pertama-tama harus terus membina dan mengembangkan, dan kalau perlu cari tenaga-tenaga yang terbaik untuk menjadi direksi di BUMN," ucap Tanri Abeng dalam acara Indonesia Best BUMN Award 2020 yang diselenggarakan Warta Ekonomi secara daring akhir pekan lalu.

Dia mengimbau, seluruh direksi BUMN untuk terus meningkatkan kompentensi profesional dan integritas. Tak kalah pentingnya, direksi juga mesti memperhatikan sumber daya dan talenta yang ada. "BUMN sekarang sudah berkembang begitu pesat, itu tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari manajemen yang kuat. Saya juga harapkan agar dewan komisaris diberdayakan. Perlu pemberdayaan dewan komisaris, karena BUMN kita ini perlu dikawal, harus ada tugas monitoring dari dewan komisaris," tambahnya.

Untuk tumbuh dan berkembang, lanjut Tanri, BUMN harus memiliki kesehatan keuangan. Pada saat seperti ini (pandemi COVID-19), perhatian terhadap cashflow adalah kunci keberlanjutan. "BUMN kita akan tetap mendapat tantangan, tetapi peluangnya juga masih cukup cemerlang. Kita telah mengikuti bahwa Menteri BUMN yang ke-9, Bapak Erick Thohir, telah melakukan gebrakan-gebrakan untuk memajukan BUMN kita, baik itu berupa fokus bisnisnya, penguatan terhadap subholding, ini langkah-langkah yang perlu kita dukung," tandas Tanri.

Pandangan senada, Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad mengatakan, selama ini, BUMN telah membuat banyak terobosan di bawah pimpinan Erick Thohir. "Gebrakan dan terobosan efisiensi struktur organisasi BUMN. Di lain pihak, berusaha agar mengkaitkan BUMN dengan UMKM. Ini sebuah langkah terobosan yang bagus," tuturnya.

Wakil Ketua MPR ini memandang, kontribusi BUMN untuk menunjang pendapatan negara di tahun 2019 lalu sudah cukup besar. Hanya saja, diprediksi sumbangsih tersebut mengalami penurunan di tahun 2020 ini, mengingat adanya pandemi COVID-19.

"Tetapi secara keseluruhan, dengan adanya perubahan-perubahan struktur dan sebagainya, kita beranggapan bahwa BUMN ini sedang memasuki fase perbaikan dan akan terus lebih baik pada masa yang akan datang," singkatnya.

Dalam Indonesia Best BUMN Award 2020 ini, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan pendekatan desk research deskriptif kuantitatif untuk menilai kinerja keuangan perusahaan BUMN berdasarkan laporan tahunan atau laporan keuangan 2019 yang dikeluarkan perusahaan.

Selain itu, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan metode media monitoring untuk menilai kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi produk ataupun jasa, strategi bisnis, integrasi, ataupun ekspansi bisnis.

Beberapa BUMN yang berhasil menang, diantaranya sebagai berikut. PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero), PT Semen Indonesia (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Tugu Pratama Indonesia.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA