Meski COVID-19, BPD Masih Bertumbuh, Ini Buktinya

IN
Oleh inilahcom
Selasa 01 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Walau kondisi perekonomian masih melambat akibat pandemi COVID-19, kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih lumayan bertumbuh.

Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Wimran Ismaun menuturkan, pertumbuhan tersebut bisa dilihat dari beberapa beberapa indikator yang berhasil dibukukan BPD se-Indonesia.

Ia merincikan, per Agustus 2020 aset BPD telah mencapai Rp772,58 triliun, atau meningkat sebesar 10,46% dibandingkan posisi Agustus 2019 yang hanya bertengger di angka Rp699,43 triliun. Posisi kredit BPD mencapai Rp476,93 triliun atau meningkat 7,14% dibandingkan Agustus 2019 yang ada di kisaran Rp445 triliun.

Selain itu, kata dia, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2020 meningkat 12,07% secara year on year (yoy). Tercatat, saat ini ada 3 BPD yang masuk dalam Buku I, sementara Buku II dan Buku III masing-masing sebanyak 20 dan 4 BPD. "Namun posisi Desember ke depan, Insya Allah semua BPD sudah masuk ke dalam buku II sampai buku III," ucap Wimran Ismaun dalam e-awarding Indonesia Best BPD Award 2020 bertema "Business Acceleration Toward A Better and Continuous Regional Development" yang diselenggarakan Warta Ekonomi, Jumat (27/11/2020).

Ia berharap, melalui penghargaan ini, BPD dapat semakin meningkatkan kinerja bisnisnya, lebih mengembangkan inovasi produk serta jasa, mengembangkan sinergi, serta integrasi bisnis agar dapat berkontribusi demi kemajuan pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.
"Penghargaan ini juga dapat semakin meningkatkan kinerja terbaik dari masing-masing BPD dan dapat memacu semangat seluruh pegawai dan stakeholder," tandasnya dalam rilis, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad mengatakan, kalau BPD punya peranan yang sangat penting, mengingat keberadaannya berdekatan langsung dengan masyarakat. "Sehingga kita perlu memberikan perhatian lebih kepada BPD. Saya bertugas di MPR sebagai wakil ketua, telah membicarakan hal ini dengan Menteri Keuangan agar ada fund khusus, ada dana khusus untuk membantu BPD," pungkas Fadel.

Informasi saja, dalam Indonesia Best BPD Award 2020 ini, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan pendekatan desk research deskriptif kuantitatif untuk menilai kinerja keuangan perusahaan BUMN berdasarkan laporan tahunan atau laporan keuangan 2019 yang dikeluarkan perusahaan.

Selain itu, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan metode media monitoring untuk menilai kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi produk ataupun jasa, strategi bisnis, integrasi, ataupun ekspansi bisnis. Berikut sejumlah pemenangnya. Bank Aceh Syariah; Bank SUMUT; Bank Riau Kepri; Bank Sumselbabel; Bank Jabar Banten; Bank DKI; Bank Jateng; Bank Jatim; Bank Kalbar; Bank Kalsel; Bank BPD Bali; Bank NTB Syariah; Bank Sulselbar; Bank SulutGo; Bank MalukuMaluku; Bank Papua.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA