Pengusaha Diharap Manfaatkan Fasilitas Kepabeanan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 03 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Untuk menjaring potensi ekspor dan mendorong potensi UMKM di Jawa Tengah, Bea Cukai secara kontinyu memberikan asistensi bagi para pelaku usaha. Asistensi dilakukan secara mandiri oleh Bea Cukai maupun dengan menggandeng pemerintah daerah dan asosiasi. Kegiatan penggalian potensi ekspor yang dilakukan oleh Bea Cukai Yogyakarta, Bea Cukai Magelang, dan Bea Cukai Purwokerto salah satunya ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Bea Cukai Yogyakarta bersama dengan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD DIY mengadakan webinar Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi IKM (KITE IKM). Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI Bea Cukai Yogyakarta, Turanto Sih Wardoyo mengungkapkan, "Jangan takut ekspor. Kami akan selalu siap untuk mendampingi rekan-rekan pelaku usaha IKM agar bisa ekspor dan memanfaatkan fasilitas yang adam" katanya.

Direktur PT Taru Martani, Nur Achmad Affandi, ikut memberikan testimoni tentang pelayanan Bea Cukai Yogyakarta. "Selama ini Taru Martani sungguh terbantu oleh Bea Cukai, salah satunya pelayanan dokumen ekspor. Saya ucapkan terima kasih kepada Bea Cukai Yogyakarta ungkap Nur Achmad.

Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky Aritonang mengungkapkan, "Bagi pengusaha IKM yang ingin bertanya terkait fasilitas KITE IKM, silakan datang langsung ke kantor Bea Cukai Yogyakarta. Kami akan memberikan informasi yang dibutuhkan dan kita bisa berdiskusi secara langsung," ujarnya.

Bea Cukai Purwokerto juga menyelenggarakan webinar untuk membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha yang telah memanfaatkan fasilitas KITE IKM. "Seperti yang sudah dirasakan oleh perusahaan Bapak dan Ibu sekarang, fasilitas KITE IKM ini diberikan pemerintah adalah untuk mengurangi biaya produksi dengan cara memberikan pembebasan Bea Masuk, PPN dan PPnBM tidak dipungut," ungkap Eri Budho Priyono, pemeriksa pada Bea Cukai Purwokerto.

Salah satu perusahaan yang telah memanfaatkan fasilitas dari Bea Cukai, PT Kesan Baru Sejahtera mengungkapkan bahwa tidak ada kendala dalam pemanfaatan fasilitas KITE IKM karena kemudahan dalam berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai Purwokerto.

Cara lain dilakukan Bea Cukai Magelang dalam menjaring potensi ekspor. Bea Cukai Magelang mengadakan talkshow serentak di tiga radio untuk menjelaskan manfaat fasilitas KITE IKM. Siswanto, pejabat fungsional pada Bea Cukai Magelang menjelaskan, "Untuk kemudahan KITE IKM yang diberikan berupa pembebasan bea masuk serta PPN atau PPN dan PPnBM terutang tidak dipungut atas impor dan/atau pemasukan barang dan/atau bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan ekspor dan/atau penyerahan produksi IKM," ucapnya.

Siswanto juga menjelaskan kriteria skala industri kecil dan menengah bahwa industri kecil memiliki nilai investasi paling banyak Rp 1 miliar tidak terrnasuk tanah dan bangunan tempat usaha jika menjadi satu dengan lokasi tempat tinggal pemilik, kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta sampai Rp500 juta, atau hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai Rp 2,5 miliar. Sedangkan industri menengah memiliki nilai investasi lebih dari Rp1 miliar sampai Rp15 miliar, kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta sampai Rp10 miliar, atau hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2,5 miliar sampai Rp50 miliar.

Bea Cukai berharap para pengusaha IKM mengetahui fasilitas KITE IKM. Fasilitas yang dapat menyokong usaha seperti mudahnya kegiatan ekspor impor, penurunan biaya produksi, peningkatan modal usaha, peningkatan daya saing, adanya saluran impor dan ekspor bahan baku dan hasil produksi, serta arus barang dan produksi menjadi lancar. Selain itu, dengan adanya fasilitas ini dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya produk IKM dengan branding nasional yang mampu merebut dan mengisi pasar internasional, memperkuat daya saing Indonesia dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN, serta dapat memperkuat pondasi perekonomian dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendukung pengembangan IKM berorientasi ekspor.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA