Mendes PDTT Dorong Peningkatan BUMDes Oleh Swasta

IN
Oleh inilahcom
Jumat 04 Desember 2020
share
 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong pihak swasta turut berupaya meningkatkan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Berkaitan dengan itu, Mendes Halim mengapresiasi upaya perusahaan swasta, dalam hal ini PT Djarum dalam mengembangkan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak swasta yang telah membantu BUMDes," kata Mendes Halim di Jakarta, Kamis (3/10/2020).

Mendes Halim yang akrab disapa Gus Menteri mengatakan, BUMDes merupakan badan usaha penting yang menjadi ujung tombak kesejahteraan masyarakat di desa.

Kehadiran BUMDes memang ditujukan memberikan ruang yang luas bagi masyarakat maupun sektor swasta untuk berpartisipasi mengembangkan serta menggerakkan perekonomian desa.

Oleh karena itu, Gus Menteri mengapresiasi setiap upaya yang dilakukan pihak swasta untuk mengembangkan kapasitas badan usaha tersebut.

Melalui upaya peningkatan kapasitas BUMDes, terutama di Kabupaten Kudus oleh perusahaan swasta tersebut, ia mengatakan kesejahteraan warga desa setempat juga diharapkan dapat semakin meningkat.

Ia mengatakan bahwa salah satu kendala pengembangan BUMDes adalah terkait dengan permodalan.

Pada umumnya, banyak sektor swasta dan lembaga keuangan bersikap enggan untuk mendanai BUMDes karena belum memiliki badan hukum.

Untungnya, pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja juga mendorong penetapan BUMDes sebagai badan usaha yang berbadan hukum, sehingga menjadikannya setara dengan BUMN, BUMD, dan perseroan terbatas.

Dengan demikian, katanya, melalui penetapan BUMDes sebagai badan hukum, ke depan akan semakin banyak pihak-pihak yang mau terlibat dan membantu peningkatan kapasitas BUMDes.

Sementara itu, Public Affairs Senior Manager PT Djarum Purwono Nugroho mengatakan, program pengembangan kapasitas pengelolaan BUMDes harus disesuaikan dengan kondisi pandemi agar BUMDes siap bangkit kembali tahun depan.

"Pandemi Covid-19 telah membawa dampak signifikan kepada perekonomian nasional. Namun diharapkan BUMDes ini bisa menjadi penggerak mulainya kembali roda perekonomian yang berawal dari desa," ujar Purwono Nugroho.

Program pengembangan kapasitas pengelolaan BUMDes ini diawali dengan melakukan riset dan pemetaan secara mendalam yang didukung sistem pengawasan capaian SDGs secara sistematis dan terintegrasi. Sistem ini menggunakan wadah bernama Dashboard Lokadata yang memuat data-data temuan capaian SDGs dari level provinsi, kabupaten/kota, hingga ke desa. Salah satu hasil temuannya menunjukan bahwa minimnya kontribusi BUMDes dalam pertumbuhan ekonomi disebabkan karena terbatasnya kualitas SDM, tata kelola BUMDes, hingga minimnya pemahaman potensi desa yang dimiliki sebagai basis usaha BUMDes.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA