Jelang Pilkada Serentak, Ipol Rilis Aplikasi Ini

IN
Oleh inilahcom
Jumat 04 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang Pemilhan Kepala Daerah Serentak 2020, Ipol Indonesia (IT - Research and Politic Consultant) merilis aplikasi Kawal Suara Pilkada 2020.

Aplikasi yang bertujuan untuk melakukan salinan data digital atau e-rekap, diklaim dapat melakukan rekapitulasi digital, dengan melalui pelaporan hasil perhitungan suara secara realtime, sehingga dapat lebih cepat mengetahui siapa kontestan pilkada peroleh suara terbanyak di kabupaten/kota/propinsi tertentu di hari yang sama.

"Aplikasi ini adalah aplikasi salinan data digital, atau yang kami sebut dengan e-rekap. Di aplikasi berbasis smart phone ini, kita dapat melakukan pelaporan secara langsung proses perhitungan suara di TPS, lalu dikirimkan ke server dan dapat dipantau perolehannya secara langsung/realtime." ujar CEO iPol Indonesia, Petrus Hariyanto dalam keterangan persnya, (4/12/2020).

Dia menjelaskan dalam aplikasi Kawal Suara Pilkada ini, terdapat dua menu pelaporan, Selain E-rekap Kawal Pilkada 2020 ini berisikan pelaporan pelanggaran pada proses kampanye dan serta proses pencoblosan 9 Desember mendatang.

Menurut Petrus, Aplikasi ini dapat mengetahui perolehan suara lebih cepat bagi kandidat, yang dapat dipantau secara realtime melalui dashboard report ataupun gadget pasangan calon kepala daerah.

Selain e-rekap, aplikasi lapor ini juga dapat mengakomodir, pelaporan pelanggaran yang terjadi saat masa kampanye hingga hari pencoblosan dan proses penghitungan suara. Beberapa Kota/Kabupaten yang sedang disiapkan penggunaan aplikasi Kawal Pilkada 2020 ini diantara, Sumatera Selaran, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Kalimantan.

"Kami selalu hadir dalam kontestasi pemilu, pilpres dan pilkada di Indonesia, dengan terobosan baru, salah satunya adalah aplikasi kawal suara pilkada 2020 ini. walaupun aplikasi ini dapat mengetahu secara cepat hasil prnghitungan suara, serta pelaporan pelanggaran, aplikasi ini bukan menjadi acuan kemenangan pasangan calon pada pilkada 9 desember mendatang," lanjut Petrus.

Jika pada pilkada/pemilu sebelumnya, banyak dari lembaga survei lainnya gencar melakukan quick count, namun Ipol Indonesia justru melahirkan aplikasi yang dapat dibilang sebagai real count versi digital.

"Kami sudah berkerja mempersiapkan pelakasanaan penggunaan aplikasi ini di beberapa wilayah, dengan harapan aplikasi ini dapat bermanfaat bagi proses demokrasi di Indonesia," kata Petrus.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA