Diperiksa 6 Jam, Ini Kata Petinggi KAMI Ahmad Yani

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 05 Desember 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Rakyat (KAMI) Ahmad Yani, diperiksa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, pada Jumat (4/12/2020).

Pemeriksaan tersebut berlangsung kurang lebih 6 jam. Ia dicecar 24 pertanyaan oleh penyidik, terkait kasus ujaran kebencian yang menjerat tersangka Anton Permana.

"Saya menjalani pemeriksaan mulai jam 2 siang sampai baru tadi selesai. Jadi ada beberapa pertanyaan, 24 pertanyaan tapi intinya memang adalah kasusnya saudara Anton Permana," ujar Ahmad Yani, di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (4/12/2020).


Anton Permana diketahui sebagai salah satu deklarator KAMI yang ditangkap dengan dugaan menulis dan menyebarkan berita hoaks terkait Omnibus Law di Facebook dan WhatsApp.

"Saya juga ditanyakan sejauh mana kenal Anton Permana. Saya kenal Anton Permana mendekati Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, kalau Jumhur saya kenal lama," ucapnya.

Penyidik turut mengkonfirmasi soal dua video yang diunggah di YouTube yang diperlihatkan unggahan tersebut kepadanya.

"Jadi ada Youtube yang ditanyakan kepada saya dan YouTube itu, ditandatangani oleh presidium KAMI dan itu pernyataan resmi KAMI atas rencana mogok nasional yang dilakukan buruh sebelum pengesahan UU Omnibus Law. Karena saya baru lihat juga dua (video) YouTube substansinya sama seperti itu," tuturnya.

Yani menyebut, di dalam video tersebut hanya berisikan suara seseorang yang sedang membacakan narasi pernyataan sikap KAMI atas rencana mogok nasional yang dilakukan buruh sebelum pengesahan Undang-Undang Omnibuslaw tanpa didukung visual. Narasi ini diduga dibacakan oleh Anton Permana.

"Nggak jelas, YouTube ada. Di dalam YouTube itu bahasa yang disampaikan suaranya kayak suara pak Anton, tapi saya nggak bisa identifikasi. Tidak ada visual, hanya suara," tutupnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA