Minyak Masih di Bawah US$50 tak Mempan Isu Stok AS

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, New York - Harga minyak sedikit berubah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB, 10/12/2020), karena investor mempertimbangkan lonjakan stok minyak mentah AS.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik tipis dua sen, menjadi menetap di US$48,86 per barel. Sebaliknya, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari sedikit melemah delapan sen, atau 0,2% menjadi ditutup US$45,52 per barel.

Harga-harga turun satu persen di awal sesi saat data menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 15,2 juta barel, menjadi 503,2 juta barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Apabila dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,4 juta barel. Impor bersih minyak mentah AS naik 2,7 juta barel per hari pekan lalu, kenaikan terbesar dalam catatan, ketika ekspor anjlok.

Namun, munculnya inokulasi massal di Inggris dan prospek Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui vaksin virus corona di Amerika Serikat mendorong pasar lebih tinggi menyusul laporan tersebut. "Pasar pasti berada dalam keadaan terguncang, tetapi secara keseluruhan ini tampak seperti laporan kebetulan dan pasar dapat mendeteksi hari-hari yang lebih cerah ke depan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Panel penasihat akan memberikan suara pada Kamis tentang apakah akan merekomendasikan FDA mengeluarkan otorisasi darurat untuk penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan mitra Jerman BioNTech SE.

Inggris memulai vaksinasi massal pada Selasa (8/12/2020). Harapan bahwa negara lain akan segera mengikuti membantu mengimbangi kekhawatiran tentang peningkatan tajam kasus virus corona secara global yang telah menyebabkan pembatasan baru pada pergerakan di seluruh dunia, mengurangi permintaan bahan bakar transportasi.

Stok bensin dan distilat AS jauh lebih tinggi minggu lalu ketika kilang-kilang meningkatkan produksi. "Kenaikan signifikan dalam persediaan bensin dan distilasi kemungkinan merupakan hasil dari permintaan minyak yang lebih rendah pasca liburan Thanksgiving, serta tambahan perintah tinggal di rumah di seluruh negeri," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA