PT Pos Indonesia Salurkan BST Kemensos Capai 97%

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Program BST langsung disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sesuai Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-alam, Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Untuk menangani penyebaran covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan melaksanakan jaring pengamanan sosial hingga memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi. Masyarakat yang terdampak menerima bantuan sembako serta BST yang dalam penyalurannya dilakukan PT Pos Indonesia.

Dipilihnya PT Pos Indonesia karena memiliki jaringan hingga ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Dengan bantuan dari pemerintah diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi, dan memenuhi kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan, PT Pos Indonesia telah menyalurkan BST gelombang I sebesar Rp600 ribu per KPM selama tiga tahap, yakni April hingga Juni 2020. BST gelombang II disalurkan sebesar Rp300 ribu per KPM selama enam tahap, mulai Juli hingga Desember 2020.

Penyaluran BST dilakukan PT Pos Indonesia secara tepat dan cepat melalui pelayanan di luar Kantor Pos seperti kantor desa, kelurahan, sekolah dan lokasi lainnya yang dekat dengan masyarakat. "Semuanya dalam rangka mematuhi protokol kesehatan sehingga mengurangi antrean dan kerumunan," ucap Faizal.

PT Pos Indonesia juga meningkatkan kordinasi dengan lembaga sosial, pemerintah daerah, serta petugas keamanan seperti kepolisian dan TNI.
Dalam penyalurannya, PT Pos Indonesia mengedepankan pembayaran sekaligus agar proses salur lebih efektif, memudahkan dan meringankan KPM. Penyaluran BST ini termasuk untuk derah pesisir, pulau terpencil, dan wilayah perbatasan negara. "Diharapkan, BST ini mampu mengurangi beban KPM yang terdampak covid-19," kata Faizal.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama mengatakan, penyaluran BST menunjukkan angka lebih dari 97 persen. Hal ini merupakan prestasi yang sangat baik. Asep optimistis penyaluran BST tahap 9 akan mencapai angka sempurna, 100 persen. "Ini artinya bantuan yang diamanahkan kepada kami, kemudian kami titipkan kepada PT Pos Indonesia untuk disalurkan kepada penerima terlaksana dengan baik. Selain itu, masyarakat juga tidak ada kendala ketika mengambil bantuan ini. Dengan realisasi yang begitu tinggi kami di Kemensos tentu akan lebih semangat, dan ini membuktikan daerah memiliki kesiapan ketika ada bantuan yang lain," kata Dirjen PFM Asep.

Tak hanya KPM penerima BST yang berbahagia menerima bantuan, para petugas di Kantor Pos yang menyalurkan bantuan pun turut senang. Misalnya, Arbi Maulana Sabila. Dia bertugas sebagai juru bayar di Kantor Pos Subang, terutama di Kota Subang.

"Tugas saya menyampaikan data KPM bantuan sosial tunai ini kepada aparat desa, agar memberitahukan kepada penerimanya masing-masing di desa tersebut. Lalu, saya menyalurkan ke setiap desa yang lumayan banyak di Kota Subang. Penyaluran dimulai pada April hingga Juni 2020, senilai Rp600 ribu. Setelah itu, bantuan yang disalurkan sebesar Rp300 ribu pada Juli hingga saat ini sudah masuk tahap 8 pada November," kata Arbi.

Kepala Kantor Pos Subang Dadang Hermawan menjelaskan penyaluran BS tahap 7 telah dilakukan dan mencapai 98,90%. Kantor Pos Subang membawahi wilayah Kabupaten Subang dengan 30 kecamatan. Melihat area penyaluran yang demikian luas, Dadang berharap para KPM bersabar menanti penyaluran BST. "Kami mohon warga bersabar dan mentaati jadwal yang sudah ditetapkan. Kami akan memberikan layanan semaksimal mungkin hingga selesai, hingga warga mendapatkan hak yang diberikan oleh Kementerian Sosial," ucap Dadang.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA