Banggar DPR Apresiasi Pemulihan Ekonomi Makin Oke

IN
Oleh inilahcom
Senin 14 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Perkembangan perekonomian nasional hingga penghujung 2020, menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Tahun depan optimisme perekonomian bakal tinggal landas menguat.

Demikian kesimpulan dari evaluasi ekonomi akhir tahun 2020 yang disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Muhidin M Said kepada media di jakarta, Senin (14/12/2020). "Walaupun masih berada dalam kondisi resesi ekonomi, beberapa indikator ekonomi sudah mulai menunjukkan trend pemulihan (recovery) yang lebih cepat dari yang diperkirakan," papar kader Golkar ini.

Namun demikian, lanjut anggota Komisi XI DPR ini, tidak bisa dipungkiri optimalisasi penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020, sangat membantu mengembalikan daya beli dan konsumsi masyarakat, serta pemulihan sektor UMKM secara efektif. "Kita tidak bisa menutup mata, masih terdapat persoalan teknis administratif dan hambatan birokrasi lainnya, tetapi tidak mengurangi dampak keberhasilan program PEN 2020 dalam upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Kita semakin optimis, akhir tahun 2020 menunjukkan titik terang bagi perekonomian nasional dalam memasuki 2021," ungkao Muhidin.

Selanjutnya, Muhidin menyampaikan sejumlah poin penting terkait dinamika ekonomi sepanjang 2020. Pertama, perekonomian nasional mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sampai dengan triwulan III-2020 (year on year/yoy), walaupun masih mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -3,49% (yoy), tetapi sudah mengalami perbaikan dari triwulan sebelumnya sebesar -5,32% (yoy).

Sedangkan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (triwulan II 2020), kata Muhidin, sudah mengalami peningkatan sebesar 5,05% (qtq).
Bahkan, berbagai sektor ekonomi sudah menunjukkan trend pertumbuhan yang positif, diantarannya; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; informasi dan komunikasi; serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang.

Kedua, lanjut Muhidin, stabilitas sektor keuangan dan moneter juga terjaga dengan baik. Salah satu kunci pemulihan ekonomi nasional sepanjang tahun 2020, adalah terjaganya stabilitas sektor kuangan dan perbankan dalam sistim moneter nasional. "Stabilitas nilai tukar rupiah pada kisaran Rp14,100 per dolar AS, terjaga dengan baik dalam beberapa waktu terakhir," paparnya.

Kinerja otoritas moneter dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga likuiditas perbankan dan keuangan sangat kokoh, dalam membantu mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. "Ketiga, perbaikan laju inflasi dan positifnya indeks manufaktur nasional pada bulan November 2020 menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi semakin terlihat," ungkapnya.

Di mana, indikator Purchasing Managers Index (PMI), menunjukkan bahwa sektor manufaktur berada pada posisi 50,6 pada November 2020, atau mengalami peningkatan hampir 3 poin dari periode Oktober 2020. Sedangkan, kontribusi sektor industri manufaktur pada pertumbuhan ekonomi mencapai hampir 20% dari PDB kuartal III/2020.

"Sehingga diharapkan, pemulihan sektor industri dapat menjadi peenggerak terhadap pemulihan ekonomi. Sedangkan indeks harga perdagangan konsumen (IHK) pada November 2020 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (mtm)," terang Muhidin.

Kondisi ini, menurut Muhidin, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi sudah terjadi, baik pada sisi permintaan maupun pada sisi produksi. "Kami mengapresiasi sepenuhnya langkah-langkah pemerintah dalam upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang telah dilakukan sepanjang tahun 2020. Pemulihan ekonomi, tentu tidak bisa dilepaskan dari sinergi yang terjaga dengan baik selama ini, antara otoritas moneter dan fiskal," tuturnya.

Ke depan, kata Muhidin, pengelolaan perekonomian nasional perlu mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola (governance) yang baik, dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga secara jelas, serta mekanisme check and balances dengan parlemen yang semakin kondusif. "Sehingga diharapkan akan menjadi katalisator yang efektif, efisien dan solutif bagi akselerasi pemulihan perekonomian dan stabilitas sistim keuangan nasional pada 2021," pungkasnya.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA