FPI Tolak Rekonstruksi Polri soal Pengawal Rizieq

IN
Oleh inilahcom
Selasa 15 Desember 2020
share
 

FPI menolak hasil rekonstruksi dari kepolisian terkait tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq Syihab di KM 50 tol Jakarta-Cikampek. Mereka meminta Komnas HAM yang terdepan dalam pengungkapan kasus ini.

"Kami menolak penanganan perkara dan rekontruksi atau reka ulang atas tragedi pembunuhan dan pembantaian terhadap 6 syuhada anggota Laskar FPI dilakukan oleh pihak Kepolisian," kata Sekretaris umum FPI yang juga kuasa hukum, Munarman, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12).

Munarman merasa, Komnas HAM harus terdepan karena hal ini merupakan pelanggaran HAM yang berat. Selain itu, Munarman merasa rekonstruksi dari kepolisian sudah tidak lagi logis, karena para 6 orang yang disebut tersangka sudah meninggal.

"Dengan mengikuti alur logika pihak kepolisian, maka penanganan perkara yang tersangkanya sudah meninggal tidak bisa lagi dijalankan," kata Munarman.

Polisi memang telah melakukan gelar rekonstruksi pada peristiwa penembakan ini. Namun, ada beberapa keterangan yang berubah, seperti lokasi penembakan dan jumlah orang yang tewas tertembak.

Awalnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menyebut 6 orang pengawal tewas di KM 50 Tol Jakarta Cikampek. Namun, saat rekonstruksi terungkap bahwa 2 pengawal Habib Rizieq tewas di Jembatan Badani, Karawang. Sementara 4 pengawal lain masih hidup. Mereka ditangkap di rest area KM 50 dan dibawa ke mobil milik polisi.

Di mobil itu, para pengawal mencoba merebut senjata petugas. Petugas pun terpaksa memberikan tindakan tegas terukur karena mengancam keselamatan mereka. Peristiwa itu tepatnya terjadi di KM 50 sampai KM 51-51,2 Tol Jakarta-Cikampek. Polisi lalu membawa keempatnya ke RS Polri Kramat Jati.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA