Tak Laporkan Perbuatan Suami, Begini Nasip Istri

IN
Oleh inilahcom
Rabu 16 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Praya - Terdakwa Muhamad Ruminti alias Amaq Elend sudah menjalani sidang kasus Narkoba di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, NTB pekan lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Praya mendakwakan Amaq Elend dengan dua pasal yakni kesatu Pasal 132 ayat 1 Jo Pasal 114 ayat 2 UU 35 Tahun 2009 atau kedua Pasal 132 ayat 1 jo Pasal 112 ayat 2 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman pidana penjara maksimal 20 penjara seumur hidup/hukuman mati.

"Amaq Elend didakwa sebagai pengedar dengan ancaman hukum 20 Tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Praya, Catur Hidayat Putra kepada wartawan di kantornya, Selasa (15/12/2020).

Agenda sidang selanjutnya yakni pemeriksaan saksi. Jumlah saksi yang dipanggil dalam persidangan itu sebanyak tiga orang.

"Dua saksi polisi yang lakukan penangkapan dan satu saksi umum yang ikut menyaksikan penggeledahan. Semoga mereka bisa hadir hari ini," katanya.

Sedangkan, terdakwa Inaq Elen (45) yang merupakan istri dari Amaq Elen (50) itu divonis 7 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Praya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menununtut terdakwa kasus narkoba Inaq elen dengan acaman hukum 1 Tahun pun. Namun, terdakwa di vonis 7 bulan oleh hakim Pengadilan Negeri Praya.

"Vonis Inaq Elen itu 7 Bulan. Karena BB sabu itu milik suaminya Maaq Elend dan sebagian BB sabu itu hasil lap Negatif," ujarnya.

"Inaq elen dinyatakan bersalah karena tidak melaporkan perbuatan suaminya," katanya.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Lombok Tengah menangkap terduga pelaku pengedar sabu berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya. Dimana Polres Lombok Tengah menangkap istri terdakwa bersama tiga orang lainnya yang sedang mengambil narkotika yakni perempuan berinisial T (37) warga Kecamatan Ampenan Kota Mataram dan dua orang pria yakni S, (37) warga Kecamatan Janapria dan R (28)warga Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, Jumat (5/6) sekitar 03.00 wita.

Diduga kuat Inaq Elen ini bersama dengan suaminya yakni Muhammad Majid alias Muhammad Ruminti alias Amaq Melen, sebagai bandar sabu lintas Provinsi. Hanya saja saat itu, suaminya yakni Amaq Melen berhasil melarikan diri.

Inaq Elen berhasil dibekuk bersama barang bukti sembilan poket sabu dengan berat 9,80 gram, enam poket sabu dengan berat 3, 79 gram, 12 poket sabu dengan berat 2,72 gram, 15 poket sabu dengan berat 3,11 gram, tiga bungkus sabu dengan berat 131,23 gram, dua buah handpone, tiga rangkaian alat hisap berupa bong.

Petugas juga mengamankan satu buah pipa kaca bening dan satu bungkus klip berukuran besar, Sehingga total berat sabu yang diamankan dalam kasus itu mencapai 150,65 gram. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA