Bank Mandiri Kembangkan Digital Multiservice

IN
Oleh inilahcom
Rabu 16 Desember 2020
share
 


INILAHCOM, Jakarta - Industri jasa perdagangan internasional terus berkembang, meski pandemi covid-19 melanda dunia.

Merespon hal tersebut, Bank Mandiri mengembangkan Mandiri Global Trade (MGT) yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah perusahaan untuk memperkuat bisnis perdagangan internasional.

Sebagai sebuah platform digital multiservice berbasis website, Mandiri Global Trade akan memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam transaksi perdagangan internasional di mana saja dan kapan saja secara nir-dokumen sehingga meningkatkan efisiensi.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, solusi digital ini menjadi salah satu manifestasi keinginan Bank Mandiri untuk menjadi salah satu digital bank terkemuka di Indonesia dengan layanan yang handal dan simpel

"Berangkat dari pengalaman puluhan tahun di industry trade-finance, kami percaya Mandiri Global Trade akan dapat menjawab kebutuhan nasabah perusahaan akan layanan finansial yang end-to-end, mudah, efektif, nyaman dan terpercaya. Ini juga didukung oleh proses registrasi yang mudah dan tanpa biaya," kata Darmawan.

Saat ini, tambahnya, nasabah Bank Mandiri yang tercatat sebagai pelaku usaha perdagangan internasional mencapai lebih dari 9 ribu perusahaan. Dia mencontohkan, berbagai transaksi yang dapat diakses oleh nasabah MGT yang teregister seperti penerbitan Letter of Credit (LC), Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), Standby Letter of Credit (SBLC), shipping guarantee dan Bank Garansi (BG). Tak hanya itu, registered user juga dapat mengakses layanan transaksional yang mendukung kegiatan ekspor dan impor lainnya termasuk pembiayaan perdagangan (trade finance) melalui fitur pengajuan dokumen underlying secara online, bagi nasabah perusahaan yang telah memiliki perjanjian kerjasama.

Untuk fasilitas pembiayaan perdagangan yang ditawarkan, Bank Mandiri telah melengkapi MGT dengan berbagai solusi trade, baik kepada importir/pembeli domestik maupun eksportir / penjual domestik disesuaikan dengan beragam tahapan transaksi nasabah dan berbagai metode pembayaran yang digunakan.

Kelengkapan ini dimulai dari fasilitas pembiayaan sebelum pengapalan (Purchase Order Financing, Inventory Financing) sampai dengan sesudah pengapalan, baik secara with recourse maupun without recourse (Export Bills Financing, Forfaiting, Invoice Financing, Supplier Financing) bagi eksportir maupun penjual domestic, dan tersedia bagi transaksi tidak hanya LC melainkan juga transaksi documentary collection maupun open account.

Sementara bagi importir atau pembeli domestic, Bank Mandiri menyediakan fasilitas jaminan pembayaran berupa Letter of Credit, Confirmed Letter of Credit, Standby Letter of Credit, Avalist sampai dengan pembiayaan kewajiban pembayaran berupa Trust Receipt, Deferred Payment dan Distributor Financing.

Berbagai fasilitas pembiayaan perdagangan tersebut telah membawa Bank Mandiri menjadi salah satu lembaga keuangan pilihan eksportir dan importir dalam aktivitas mereka. Buktinya, di tengah pertumbuhan negatif ekspor/impor Indonesia, Bank Mandiri masih mencatatkan kenaikan sebesar 8% (yoy) transaksi ekspor dan impor nasabah per November 2020 menjadi US$ 72 miliar, dengan transaksi financing ekspor dan impor yang mencapai US$ 5,6 miliar.

Lebih lanjut, Darmawan mengungkapkan, nasabah eksportir dan importir akan dapat menikmati fasilitas update informasi status dan detail transaksi melalui MGT, termasuk fitur pengingat jatuh tempo kewajiban nasabah secara 24/7 serta report atas transaksi yang telah dijalankan.

"Untuk menjaga keamanan transaksi, MGT juga memiliki fungsi dual control security. Pada fungsi ini, nasabah dapat menyesuaikan kebutuhan akses level untuk user maker yang bertugas mengajukan transaksi dan user checker yang memberikan persetujuan sebelum transaksi dijalankan oleh Bank," katanya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA