Food Estate Humbahas

Tanam Perdana Hortikultura Rampung Januari 2021

IN
Oleh inilahcom
Minggu 20 Desember 2020
share
Mentan Syahrul Yasin Limpo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau perkembangan penanaman di kawasan Food Estate Humbahas - (Foto: Pusluhtan BPPSDMP)

INILAHCOM, Sumut - Kegiatan tanam perdana hortikultura strategis di kawasan lumbung pangan baru (food estate) Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatra Utara diperkirakan rampung pada Januari 2021.

Estimasi tersebut dikemukakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Humbahas, Jumat (18/12/2020) saat Menko Maritim dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan kunjungan kerja ke Food Estate Humbahas (FEH). Keduanya meninjau perkembangan penanaman di FEH berbasis hortikultura strategis; kentang, bawang merah dan bawang putih.

"Pengolahan lahan hampir lebih 90%. Membangun bedengan sudah 70%. Desember ini, insha-Allah selesai 100% pemasangan mulsa. Penanaman tidak lama lagi, tinggal menggerakkan lebih banyak orang, inshaa Allah Januari 2021, penanaman sudah selesai," kata Mentan Syahrul menjawab pers di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Humbahas.

Mentan Syahrul mengatakan kawasan lumbung pangan Kabupaten Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat tiga komoditi yang akan dikembangkan di kawasan Food Estate Humbahas di antaranya kentang, bawang merah dan bawang putih.

"Kita tinggal kita tunggu bagaimana melakukan budidaya dan perawatan sehingga bisa panen sesuai waktu yang direncanakan," kata Mentan.

Menko Luhut B Pandjaitan mengatakan bahwa progres pengerjaan lahan FEH sangat signifikan. Dalam empat tahun ke depan, lahan FEH di Humbahas, Sumut akan diperluas hingga 30.000 hektare sebagai sentra produksi hortikultura di Sumatra bagian utara.

Target pengembangan FEH seluas 1.000 hektare terdiri dari atas 215 hektare dari APBN Kementerian Pertanian dan 785 hektare dikelola pihak swasta. Kawasan FEH akan menjadi model percontohan di daerah lain, kekurangan yang ditemui pada proses olah lahan, budidaya, panen hingga pasca panen menjadi perbaikan di daerah lain.

"Kalau ini terus berjalan, rencana Mentan Syahrul baru 215 hektare, nanti akan 1.000 hektare. Totalnya 30.000 hektare, jadi ini sebagai model sekarang. Saya rasa kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain," lanjut Luhut.

Di tempat yang sama, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi melakukan pertemuan dengan para petani, penyuluh dan mahasiswa Polbangtan setelah Mentan Syahrul dan Menko Luhut B Pandjaitan kembali ke Medan.

"Seluruh penyuluh, baik PNS atau THL dan swadaya harus ambil bagian secara aktif dalam pendampingan dan pengawalan petani di sini," katanya di Saung Jokowi, yang berada di tengah hamparan lahan hortikultura FEH.

Selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang peningkatan kapasitas penyuluh dalam hal teknis hortikultura strategis: bawang merah, bawang putih dan kentang serta pemahaman pengelolaan bisnisnya, seperti dilansir Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP (Pusluhtan).

Dia menyarankan Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Junter Marbun untuk mendorong penyuluh swadaya untuk kolaborasi dengan petani, "atau berikan lahan sebagai usaha bisnis di bidang pertanian, agar pendapatannya bertambah, bukan mengandalkan honor saja."

Dedi Nursyamsi mengajak petani setempat harus dapat membuat dan memanfaatkan pupuk kompos, sehingga tidak tergantung pada pupuk kimia. Pasalnya, selama mengandalkan pupuk bersubsidi maka petani sulit diharapkan beralih ke pupuk kompos, maka hal itu harus dibiasakan agar petani mandiri pupuk.

Kepada sejumlah pejabat BPPSDMP Kementan yang menyertai kunjungannya di FEH, Dedi menginstruksikan jajarannya untuk mendorong kerjasama Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dengan off taker untuk antisipasi panen bawang merah pada Januari 2021.

Guna mematangkan hasil pertemuan Jumat (18/12/2020) maka Dedi Nursyamsi beserta jajaran BPPSDMP melakukan pertemuan di Posko FEH pada Sabtu (19/12) dengan Kadistan Humbahas, Junter Marbun; Camat Pollung, Parman Lumban Gaol, pengurus BUMP Pollung serta mahasiswa pendamping. Tujuan pertemuan, membahas rencana penjadwalan panen bawang merah dan pengelolaan BUMP. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA