Peran Radio Amatir Bagi Kualitas Pendidikan Papua

IN
Oleh inilahcom
Minggu 20 Desember 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang bekerjasama dengan beberapa organisasi Papua, antara lain Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS), Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA), IASA (Indonesian American Society of Academics), Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, serta Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Provinsi Papua menggelar diskusi bersama.

Dalam kegiatan memperkaya literasi ini, ada pembahasan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di tanah Papua, yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

Menurut Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Roset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro menyampaikan dalam sambutannya, bahwa untuk mengatasi berbagai persoalan di Papua, harus ada kerjasama yang konstruktif dari seluruh komponen masyarakat yang ada.

"Betapa pentingnya kerjasama antara PERMIAS, IMAPA, ORARI dan IASA dalam berpartisipasi untuk memajukan pembangunan Pendidikan dan Kesehatan dengan inovasi radio amatir di Tanah Papua," kata Bambang dalam webinar bertemakan "Radio Amatir Sebagai Alternatif Media Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan di Tanah Papua" beberapa waktu yang lalu.

Perlu diketahui, bahwa Tanah Papua sangat identik dengan berbagai isu politik, keamanan, konflik hukum dan legalitas internasional, termasuk permasalahan pendidikan dan kesehatan yang bersinggungan langsung dengan urat nadi kehidupan dan pembangunan manusia di tanah Papua.

Sementara itu, berdasarkan penelitian yang ditulis oleh Boby Anderson dalam bukunya yang berjudul The Platitudes of Papua (2020) yang merupakan kumpulan dari tulisannya sejak 2014 2017 membongkar berbagai mitos soal Papua. Di mana ditemukan fakta bahwa masyarakat pedesaan Papua lebih tertarik pada layanan dasar yakni di sektor pendidikan dan kesehatan, ketimbang isu politik.

Kedua layanan dasar tersebut pun memang belum tertangani dengan baik, meskipun secara fisik tersedia sekolah ataupun puskesmas, namun kehadiran guru dan tenaga kesehatan terbatas antara lain karena medan yang berat di daerah terpencil, belum diberlakukannya merit system, pembayaran gaji dilakukan di tempat yang terjangkau, serta minimnya kontrol menjaga kualitas guru dan tenaga kesehatan.

Ditambah lagi, pandemi Covid-19 yang melanda dunia mendorong penggunaan komunikasi secara virtual meningkat pesat, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara itu infrastruktur yang belum memadai, serta medan pegunungan dan hutan pun mempersulit daya jangkau internet di pedalaman Papua.

Alternatif pembelajaran dan sosialisasi/informasi kesehatan dengan menggunakan Radio Amatir menjadi salah satu alternatif penyelesaian berbagai masalah pendidikan dan kesehatan di Tanah Papua. Dengan didukung pancaran frekunsi yang sangat luas dan investasi yang tidak mahal, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) telah berhasil memanfaatkan penggunaan radio amatir untuk meningkatkan kualitas metode pembelajaran pada sekolah-sekolah dasar dan menengah di Kebumen, Jawa Tengah. Hal serupa dapat diaplikasikan juga di Tanah Papua.

Webinar yang diikuti lebih dari 100 peserta baik dari Indonesia maupun komunitas Indonesia di AS yang secara aktif memberikan masukannya. Mereka memberikan masukan tentang berbagai tantangan serta potensi yang besar dalam penggunaan Radio Amatir untuk pembangunan Pendidikan dan Kesehatan di Papua.

Dari kegiatan diskusi tersebut, didapati bahwa pembangunan manusia yang berkualitas di Tanah Papua memerlukan dana yang sangat besar untuk percepatan peningkatan kualitas dan jangkauan yang lebih luas bagi subyek pendidikan dan kesehatan di Papua. Walaupun masih terdapat berbagai kekurangan, kebijakan otonomi khusus yang dimulai sejak era reformasi telah memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas, khususnya di Tanah Papua

Perlu adanya kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan agar penggunaan radio amatir untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Tanah Papua dapat direalisasikan secara komprehensif.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA