Akhir Tahun Lapangan Banteng Nambah Utang Rp80

IN
Oleh inilahcom
Senin 21 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang tutup tahun, pemerintah bakal menarik pinjaman program sebanyak ekuivalen Rp80 triliun. Kesimpulannya, makin gede saja utang negara.

Hal tersebut dijelaskan Staf Khusus kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo, akhir pekan lalu. "Secara total sampai Desember ini telah ditarik Rp80 triliun ekuivalen," jelas Yustinus.

Ia mengatakan, pinjaman program hingga semester II ini berasal dari lima lembaga multilateral, yaitu World Bank (WB), Asian Development Bank (ADB), Kreditanstalt fr Wiederaufbau (KfW), Agence Francaise de Developpement (AFD), dan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Australia.

Pada kesempatan yang sama, Yustinus memerinci masing-masing pinjaman yang diterima pemerintah sampai Desember ini berasal dari uang USD, EUR, JPY, dan AUD.

Adapun pinjaman yang sudah dicairkan di semester II berasal dari ADB untuk program CARES dalam rangka penanganan Covid-19 adalah sebesar 1.4 miliar dan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk program CARES juga yakni sebesar USD 750 juta.

Ia mengatakan, pemerintah masih akan melakukan penarikan yang ditargetkan mencapai Rp 20 triliun hingga akhir tahun 2020. "Sampai akhir tahun 2020 ditargetkan paling banyak Rp20 triliunan untuk menarik pinjaman program," pungkasnya.

Sementara itu, pada 2021 pemerintah juga masih melihat adanya potensi untuk melakukan penarikan pinjaman hingga mencapai lebih dari US$5 miliar.

Penarikan ini sebagai pelengkap dana di luar dari sumber utama penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). "Potensi penarikan tahun depan diperkirakan dapat dilakukan hingga di atas US$ 5 miliar sebagai pelengkap selain sumber utama dari SBN," katanya.

Sebagai informasi tambahan, pada semester I-2020, pemerintah telah menarik pinjaman program sebesar US$1,84 miliar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA