HUT Ke-2, PHR Kuatkan Industri Minyak Nasional

IN
Oleh inilahcom
Selasa 22 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggelar Sport Day. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan dua tahun berdirinya PHR, anak usaha PT Pertamina pada 20 Desember 2020.

Dengan tetap mengutamakan protokol masa Pandemic, Sport Day ini digelar Bapor PHR di area yg terpisah dan diikuti pekerja di PHR. Cabang olahraga yg diselenggarakan antara lain, tenis meja, sepeda, yoga, tracking, seni, golf dan panahan. "Semangatnya adalah mempererat persaudaraan, bukan kompetisi menang dan kalah," kata Direktur PT PHR, RP Yudantoro dalam pernyataan tertulis, Senin (21/12/2020)

Semangat persaudaraan dan kekompakan ini diperlukan dalam usia PHR yang masih muda. "Apalagi kami mengemban misi yang tak mudah dan membutuhkan kekompakan yakni mengelola Blok Rokan pada 2021 hingga 2041," kata Yudantoro.

Selain itu, PHR memberikan santunan untuk lembaga yayasan yatim piatu lintas latar belakang etnis dan agama. "Semuanya jadi satu: Indonesia," kata Yudantoro.

Panti asuhan yang menerima bantuan dari PHE Rokan dari semua agama dengan nominal total Rp 142,600 juta. Bantuan diberikan kepada Yayasan Muslim Nusantara; Yayasan Dorkas; Yayasan Dharma Pembangunan; Yayasan Vincentius Putri; Yayasan Anatha Nusantara; Yayasan Putri Aisyiah; Yayasan Muhammadiyah; Yayasan Lembaga Bhakti Muslim; Yayasan As Shohwah; dan Yayasan Al Fajar Pekanbaru

Informasi saja, Blok Rokan merupakan blok migas dengan produksi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Satuan Kerja Minyak dan Gas Bumi sampai akhir April 2018 tercatat produksi minyak di blok Rokan mencapai 210.280,60 BOPD dan produksi gassebesar 24,26 MMSCFD. Sebelumnya blok ini dikelola perusahaan minyak Chevron Pacific Indonesia yang kemudian diambil alih Pertamina tanggal 9 Agustus 2021. Proses alih kelola ini tak mudah dan penuh tantangan.

Tantangan pertama adalah pandemi Covid-19. Pandemi ini berdampak cukup besar terhadap perekonomian, termasuk industri minyak. "Selain itu dibutuhkan teknologi rumit karena ini blok tua," kata Yudantoro.

Tantangan ini bisa dijawab dengan kekompakan seluruh personel PHR. Apalagi produksi mereka ditargetkan mencapai 300 ribu barel per hari.
"Kami ingin seluruh personel bangga menjadi bagian dari PHR. Kami sedang membangun rumah baru. Semua harus kompak. Semoga menjadi yang KKKS terbesar dari sisi produksi dan keuntungan bagi Pertamina dan berkontribusi untuk ketahanan energi nasional dan keuangan negara," kata Yudantoro. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA