Setoran Pajak 2020 Jeblok, Ada Apa Denganmu DJP?

IN
Oleh inilahcom
Jumat 25 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Hingga 23 Desember 2020, setoran pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan cuman Rp1.019,56 triliun. Kurang banyak dari target 2020 sebesar Rp1.198,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan, penerimaan pajak mencapai Rp1.019,56 triliun atau 85,65% dari target sesuai Perpres 72 tahun 2020 sebesar Rp1.198,8 triliun, hingga 23 Desember 2020. "Penerimaan dari pajak, kepabeanan, cukai, dan penerimaan negara bukan pajak mengalami perubahan akibat tekanan yang besar," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Realisasi penerimaan pajak itu mengalami peningkatan 8,45 persen dari capaian pada akhir November 2020 yang mencapai Rp925,34 triliun atau saat itu sudah mencapai 77,2 persen dari target sesuai Perpres 72/2020.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menambahkan, sebanyak 55 kantor pelayanan pajak (KPP) yang mencapai penerimaan pajak di atas 100 persen.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, lanjut dia, juga terus mengumpulkan penerimaan pajak melalui sistem elektronik dari 23 perusahaan digital dengan pencapaian sebesar Rp616 miliar dan lima perusahaan lainnya sedang dikumpulkan penerimaan pajaknya.

Sedangkan, realisasi belanja negara mencapai Rp2.468,2 triliun atau 90,1 persen dari pagu Rp2.739,2 triliun. Sementara itu, lanjut dia, tingkat kepatuhan pelaporan SPT tahunan mencapai 76,86 persen.

Atas capaian ini, Sri Mulyani bukannya kecewa ataupun prihatin. Dia justru mengapresiasi jajaran DJP. Di tengah pandemi COVID-19, mereka mampu mengumpulkan setoran pajak hingga 85 persen.

Di sisi lain, DJP juga harus memberikan dukungan dan membantu wajib pajak mendapatkan insentif pajak agar ekonomi tetap berjalan dan membantu dunia usaha.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan DJP melakukan sejumlah upaya untuk mengumpulkan penerimaan pajak di antaranya mengubah cara kerja dengan digital atau secara virtual. Selain itu, lanjut dia, mengembangkan aplikasi, melakukan analisis detail terhadap kegiatan ekonomi serta melakukan inovasi click, call dan counter (3C) menuju era digital. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA