Tahun Baru, Sri Mulyani Incar Utang Rp1.174,4 T

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 02 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Mulai 5 Januari nanti, Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN). Berarti utang negara semakin bertumpuk. Tahun ini targetnya Rp1.174,4 triliun.

Pemerintah merencanakan utang baru melalui penerbitan SBN. Kuartal I-2021, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menargetkan bisa menyedot utang baru Rp342 triliun. Berdasarkan kalender penerbitan SBN di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), lelang akan dilakukan setiap pekan. Selama Januari 2021, lelang akan dilakukan pada tanggal 5,12,19,26. Sementara di Februari akan dilakukan pada tanggal 2,9,16,23 dan pada tanggal 2,9,16,23,30 Maret 2021.

"Pemerintah dapat menambah atau mengurangi tanggal lelang, menawarkan tenor tambahan pada setiap lelang serta menyesuaikan target triwulanan, sesuai dengan kondisi pasar, potensi permintaan dan strategi pembiayaan," tulis lampiran kalender penerbitan SBN.

Jadwal terdekat lelang SBN itu pada 5 Januari 2021, yakni menerbitkan tujuh seri surat utang berdenominasi rupiah. Target indikatifnya dipatok Rp35 triliun, dan target maksimal Rp52,5 triliun.

Penerbitan SBN selama tahun depan juga bertujuan untuk pembiayaan anggaran. Pada 2021, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp1.743,6 triliun, sementara belanja negara Rp2.750,0 triliun. Sehingga defisit APBN ditetapkan Rp 1.006,4 triliun atau setara 5,7 persen dari PDB.

Pemerintah menargetkan utang baru pada tahun depan sebesar Rp1.177,4 triliun. Utang ini sebagian besar diterbitkan melalui SBN sebesar Rp1.207,3 triliun. Tahun anyar, utang anyar, menumpuk lebih dari Rp6 ribu triliun. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA