Selama Masih Ada Corona, Bisnis Pariwisata Ambyar

IN
Oleh inilahcom
Senin 04 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas manusia, bikin ambyar bisnis pariwisata dunia hingga US$730 miliar.

Hal tersebut diungkapkan ekonom senior Indef Faisal Basri dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (3/1/2020). "Kira-kira ada 700 juta orang berkurangnya kedatangan turis (mancanegara) di berbagai dunia dan menyebabkan kerugian 730 miliar dolar AS," kata Faisal.

Dirinya mengungkapkan bahwa data tersebut merupakan data yang dihitung oleh Indef dengan berbagai sumber. Khusus di Indonesia, kata dia wabah ini memukul telak industri pariwisata nasional dimana kunjungan turis asing anjlok cukup dalam lebih dari 72 persen sampai bulan Oktober 2020.

Kebanyakan lanjut Faisal, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia di dominasi dari negara tetangga seperti Timor Leste dan Malaysia. Bahkan kunjungan turis ke Bali hanya sekitar 100 orang. "Ini relatif sedikit. Jadi yang datang ke Bali itu tidak lebih dari 100 orang," kata Faisal.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia bulan Oktober 2020 mengalami penurunan drastis sebesar 88,25 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan Oktober 2019.

Namun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, September 2020, kondisi ini justru meningkat sebesar 4,57 persen.

Meski begitu Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan tren kunjungan wisatawan mancanegara ini terbilang masih landai, akibat pengaruh pandemi virus corona atau Covid-19.

"Perkembangan jumlah kunjungan wisman di Indonesia, pergerakan masih landai sampai dengan Oktober 2020," kata Setianto dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Secara kumulatif (JanuariOktober 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,72 juta kunjungan atau turun sebesar 72,35 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 13,45 juta kunjungan.

Dari asal negara, turis asing yang paling banyak datang berasal dari Timor Leste dengan proporsi 52,3 persen, disusul oleh Malaysia 29,1 persen, dan China 4,2 persen.

Untuk itu dirinya berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan agar perekonomian nasional bisa cepat pulih, termasuk juga sektor pariwisata.

"Jadi memang kerja sama di antara kita terkait dengan selalu mencuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak ini menjadi suatu keharusan kalau kita ingin ekonomi juga nanti akan bergerak," pungkasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA