Alasan Plt Walkot Usul Surabaya Tak PSBB

IN
Oleh inilahcom
Kamis 07 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Pemkot Surabaya, mengusulkan kepada pemerintah pusat agar wilayah setempat tidak masuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya, angka kasus COVID-19 di Kota Pahlawan itu diklaim sudah turun. Tepatnya usai momen liburan Natal dan tahun baru (Nataru) beberapa waktu lalu. Usulan ini disampaikan, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

"Sementara di wilayah Jawa Timur ada empat kabupaten kota yang zona merah tidak diterapkan PSBB. Itu tadi saya protes," kata Whisnu, Kamis (7/1/2021).


Whisnu menjelaskan apabila dilakukan PSBB di Jatim, secara menyeluruh kabupaten/kota di Jatim juga harus menerapkan, itu yang akan disepakati oleh semua pihak. Namun, jika peraturan ini parsial justru di wilayah yang cenderung membaik beberapa hari ini, kemudian diterapkan aturan tersebut, yang dikhawatirkan adalah banyaknya pasien dari luar kota yang dilimpahkan.

"Apalagi, melihat penanganan kita baik. Kan kita jadi ketiban sampur. Kita tidak hanya melihat sisi penanganan COVID-19 saja, tetapi ada dampak yang lebih luas lagi," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumya menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 11-25 Januari 2020 akan berlaku di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19. Dari 23 kabupaten/kota tersebut untuk Jatim, yakni Malang Raya dan Surabaya Raya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA